MANADO, MANADONEWS – Perayaan Natal Nasional tahun 2019 ini mengambil tema “Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang,”
Di mata Anggota DPR RI Vanda Sarundajang, tema ini maknanya sangat dalam dan universal.
“Sahabat bagi semua orang berarti berbicara tentang hubungan pertemanan tanpa batas. Dalam konteks sosial kemasyarakatan, tema ini dapat saya simpulkan sebagai semangat menjalin komunikkasi berisikan kepedulian sosial bagi semua orang tanpa kecuali,” ungkapnya kepada manadonews.co.id, Minggu (29/12).
Tema ini sendiri, kata srikandi PDI Perjuangan itu, sangat selaras dengan makna Natal itu sendiri.

“Per;u untuk terus kita ingat bahwa Yesus Kristus datang ke dunia ini untuk memberi keselamatan bagi semua orang, tanpa pilih kasih,” terangnya.
Apapun tema setiap tahunnya, Intisari Natal itu, kata Vanda, tidak akan pernah bergeser.
“Natal akan selalu berbicara tentang kabar suka cita keselamatan bagi seluruh umat manusia,” tandasnya.
Itulah mengapa, dikaitkann dengan tema tahun ini, kata ‘Sahabat’ bagi ‘Semua Orang,’ mau mengirimkan pesan tentang tindakan setiap manusia untuk mau dan rela hidup saling berbagi satu dengan yang lain, sebagai bagian dari kerelaan turut serta dalam karya penyelamatan yang ditunjukkan oleh Yesus Kristus.
“Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang, dalam pemikiran Filsuf Jerman Martin Bubber dikenal dengan konsep Ich und Du. Aku dan Engkau melukiskan kemampuan menjalin hubungan sosial dengan siapa saja yang di dalamnya bermuatkan sikap solidaritas,” urai personil Komisi X ini.

Implemantasi dari tema Natal 2019, lanjutnya, seperti yang kerap dilakukan hingga saat ini yakni bersilaturahmi, berbagi kasih baik dalam bentuk diakonia maupun natura.
“Tapi juga bagaimana bentuk nyata lain dari menjadi sahabat bagi semua orang, di sinilah kita masuk dalam konsep membangun kehidupan sosial sejati. Sebagai wakil rakyat kita berkewajiban memperjuangkan aspirasi masyarakat, memperjuangkan keadilan sosial, membela dan memperjuangkan hak – hak masyarakat. Kita wajib melakukan itu jika kita memahami makna sabahat bagi semua orang. Kalaupun kita belum tiba sampai pada titik itu, maka makna natal tahun ini menjadi daya pengingat agar kita tidak melupakan tugas dan tanggung jawab moril sebagai pribadi yang diberikan kemampuan oleh Sang Maha Kuasa untuk berpikir dan bertindak, menjalani hidup dan pengabdian bagi sesama. Itulah makna sahabat bagi semua orang,” ulas Ketua Taruna Merah Putih Sulut itu.
Imbuhnya, menjadi sahabat mengandung pesan moril, berpiiir dan bertindak lebih dulu
Menjadi sahabat, kata Vanda, berarti mau dan ikhlas mencari, menemukan dan memperjuangkan setiap peluang yang bersentuhan dengan kepentingan banyak orang.

“Tidak perlu menjadi sahabat yang diam sambil menunggu. Dalam konteks sebagai wakl rakyat, kita dituntut untuk senantiasa pro aktif. Ada begitu banyak program pemerintah yang dapat dijadikan peluang untuk diperjuangkan, yang peruntukkannya bagi masyarakat luas. Sebab bagaimana kita bisa membanggakan diri sebagai wakil rakyat jika hanya menghidupi kebiasaan datang, duduk, diam, pulang? Harus dinamis, bergerak menemukan peluang – peluang,” paparnya.
Menururtnya, begitu luasnya makna dari tema Natal tahun ini, Namun akan menjadi sebuah kebanggaan jika setiap orang dapat melakukan satu saja kebaikan untuk orang lain.
“Saat itulah kita pantas tersenyum. Senyum seorang sahabat untuk sahabat,” tuturnya penuh makna.
Akhirnya atas nama pribadi, keluarga dan Taruna Merah Putih Sulut, Vanda mengucapkan selamat Natal Yesus Kristus 25 Desember 2019 dan selamat menyabut Tahun Baru 1 Januari 2020 bagi segenap masyarakat Sulut yang merayakannya.
“Damai Natal kranya selalu menyertai kita semua yang hidup dan berkarya untuk bangsa dan negara serta untuk daerah Sulawesi Utara tericnta,” pungkasnya
Fian












