Warga Dihimbau Tak Konsumsi Hewan yang Dilindungi

MANADO,Manadonews.co.id-.Mewabahnya Virus corona yang berasal dari tiongkok tentunya menjadi tanda awas bagi penikmat daging ekstrim yang diduga menjadi penyebab menularnya penyakit ini.

Kebiasaan warga di Sulawesi Utara khususnya bagi orang Minahasa dalam mengkonsumsi hewan atau daging ekstrem, seperti Ular, Kelelawar atau Paniki bahkan kera atau yaki binatang yang dilindungi masih kita jumpai disejumlah pasar tradisional di Kota  Manado dan Tomohon.

Menurut Kepala BKSDA Sulut Noel Layukalo, dari hasil pengamatan saat ini kecendurungan masyarakat dalam menkomsumsi hewan yang dilindungi atau daging eskstrim seperti monyet atau yaki, anoa dan babi rusa hampir tidak namun dirinya tidak mengetahui jika masih ada perdagangan liar.

“Warga di himbau tidak mengkonsumsi atau memperjual belikan hewan yang di lindungi untuk kategori daging ekstrim, karna selain akan ditindak pidana  sesuai dengan UU No 5 Tahun 1990 tentang perlindungan Satwa dan juga dagingnya belum tentu cocok untuk kesehatan tubuh,” ujar Kepala BKSDA.
(Ben)

Baca Juga:  ROR: Jadilah Bijaksana seperti Musa