Hari Ini, Penderita Kanker Ikuti “Pagi Ceria” di Kawasan Mega Mas Manado

MANADO,MANADONEWS.co.id-Dalam rangka menyambut perayaan Hari Kanker nasional yang bakal di gelar pada tanggal 4 Pebruari 2020 mendatang, Tim Penanggulangan Kanker RSUP Prof.dr.RD.Kandou turut mendukung kegiatan pagi ceria bersama para penderita Kanker, Sabtu (2/2/2020) di kawasan Mega Mas Manado.

Hal ini dikatakan Tim penanggulangan Kanker RSUP Prof.dr.RD Kandou Prof. dr. Linda Rotty, Sp.PD, K-HOM, kepada media ini, Jumat (31/1/2020)

Menurut Linda, hari Kanker Sedunia diperingati setiap 4 Februari untuk meningkatkan kesadaran terhadap kanker dan mendorong pencegahan, deteksi, dan pengobatan kanker.

Untuk itu katanya, setiap tahunnya, instansi kesehatan dan para aktivis kanker selalu memperingati hari Kanker Sedunia dengan berbagai macam kegiatan, dimana untuk wilayah Provinsi Sulut antara lain di
laksanakan pagi ceria bersama para penderita Kanker dan Talkshow.

“Adapun tujuan utama dari Hari Kanker Sedunia adalah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker secara signifikan pada tahun 2020.”ujar Linda sambil menegaskan bahwa
Hari Kanker Sedunia dibentuk oleh Union for International Cancer Control (UICC) untuk mendukung Deklarasi Kanker Dunia, yang dibuat pada tahun 2008.

Baca Juga:  Kerja Sama BPJS Pemkab Mitra Gelar Sejumlah Kegiatan Peringati Hari Kartini

Dia menambahkan, Peringatan hari Kanker Sedunia yang mengusung tema” I am and I Will ” itu bertujuan untuk memberikan dukungan kepada pejuang kanker dan mengingatkan kita akan perjuangan WHO, PBB, dan organisasi Kesehatan baik pemerintah maupun non-pemerintah mengenai strategi memerangi kanker serta mengkampanyekan pesan tentang kanker sebenarnya.

“Pada awalnya hari Kanker sedunia diresmikan di Jenewa, Swiss pada tahun 1933 di bawah arahan Union for International Cancer Control (UICC) dan berbagai komunitas kanker lainnya, lembaga penelitian, pusat perawatan.”tutur Linda.

Dia menjaskan, secara umum faktor-faktor yang menyebabkan kanker, diantaranya adalah rokok, alkohol, polusi udara, faktor genetik, paparan sinar matahari dan hal lainnya yang bisa menyebabkan kanker tumbuh di dalam tubuh.

Katanya, khusus untuk wilayah Provinsi Sulut angka penderita kanker setiap tahun cenderung mengalami peningkatan, khususnya jenis kanker payuh darah dan kanker usus pada usia 30 hingga 50 tahun.

“Pejuang kanker tidak boleh mendapatkan diskriminasi, mereka tetap memiliki hak yang sama untuk hidup seperti orang normal pada umunya, sebaliknya para pejuang kanker harus tetap berbahagia meski sisa umurnya divonis dokter.” tandas
kasie Pelayanan Medik Rawat Jalan RSUP Prof.Dr.R.D Kandou sambil menambahkan bahwa beberapa bentuk pencegahan adalah dengan cara menentukan gaya hidup sehat, diet seimbang, olahraga dan mengatur berat badan untuk mengurangi resiko terjadinya kanker.
Kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan diet tak sehat juga diimbau agar dikurangi.(nando)

Baca Juga:  Ransun dan Tampongangoy Raih Gelar Top Model itCenter 2018