Akibat Kebijakan Begini, Pasar Tradisional di Manado Makin Jauh dari Masyarakat

Abdul Wahid Ibrahim


Manado – Anggota DPRD Abdul Wahid Ibrahim mempertanyakan komitmen Pemkot Manado menyejahterakan masyarakat.

Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) ini, menyontohkan retribusi masuk kendaraan di Pasar Bersehati bukti ketidakberpihakan Pemkot Manado kepada masyarakat.

“Tugas pemerintah menyejahterakan masyarakat, yang terjadi sebaliknya yakni penindasan melalui kebijakan memberatkan,” kata Abdul Wahid kepada wartawan Manadonews.co.id dijumpai di ruang Komisi 2 DPRD Manado, Senin (10/2/2020).

Pengendara mendapatkan karcis di portal keluar


Kebijakan memberatkan tersebut, menurut Abdul Wahid tidak sesuai dengan komitmen pemerintah mengembalikan kejayaan pasar tradisional menarik minat masyarakat datang berbelanja.

“Bagaimana masyarakat tertarik datang? Kendaraan hanya lewat antar masyarakat belanja harus bayar retribusi, membuat pasar trasional makin tertinggal,” tegas Abdul Wahid.

Abdul Wahid mengungkapkan pengalaman berkunjung di pasar-pasar tradisional di beberapa daerah dengan fasilitas lengkap tanpa retribusi masuk.

“Contoh Pasar Jaya milik Pemda DKI Jakarta punya fasilitas lengkap dan bersih tanpa retribusi masuk menarik masyarakat datang berbelanja di tengah kepungan pasar modern,” tutur Abdul Wahid.

Sebelumnya diberitakan, anggota DPRD Kota Manado, Abdul Wahid Ibrahim, mendesak pemerintah kota meniadakan retribusi masuk di Pasar Bersehati.

Menurut Abdul Wahid, peniadaan retribusi sesuai rekomendasi Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) saat pembahasan APBD Pemkot Manado 2020.

“Keputusan dalam bentuk Perda ditandatangani Walikota dan pimpinan DPRD Kota Manado sehingga bersifat mengikat,” jelas Abdul Wahid kepada wartawan Manadonews.co.id, dijumpai di ruang Komisi 2 DPRD Manado, Senin (10/2/2020) siang.

Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) ini, menduga bukti bayar masuk kendaraan melalui karcis retribusi terjadi banyak penyimpangan.

“Beberapa waktu terakhir ini saya lihat portal masuk tidak berfungsi. Pengendara bayar di portal keluar dapat karcis. Saya duga banyak kecurangan di situ,” tukas Abdul Wahid.

Wartawan Manadonews.co.id, coba membuktikan pernyataan Abdul Wahid Ibrahim dengan mendatangi Pasar Bersehati, pukul 13.45 Wita, Senin.

Ternyata benar, terpantau wartawan Manadonews, portal masuk tidak berfungsi alias pengendara tidak mendapatkan karcis masuk dari mesin portal.

Pengendara membayar di portal keluar yakni sepeda motor Rp.2000, mobil roda 4 Rp.5000 dan roda 6 ke atas Rp.10000.

Sibu Mawuntu, pengendara warga Manado, mengakui kewajiban membayar retribusi masuk memberatkan masyarakat.

“Iya benar, saya sering masuk pasar diwajibkan membayar, padahal hanya mengantar saja,” singkat dia.

(YerryPalohoon)

Baca Juga:  Eksekutif dan Legislatif Muluskan APBD 2017, Dana Duka Dipangkas Rp 2 Miliar