Sebut Status Arthur Mumu Pribadi, Ketua LPK Stefanus Sumampouw Siap Berdiskusi dengan APPI

Status Arthur Mumu di medsos dalam bentuk screenshot yang diterima wartawan Manadonews dari pihak APPI


Manado – Status warga bernama Arthur Mumu di media sosial (medsos) facebook menimbulkan kecaman banyak pihak.

Meskipun telah dihapus, status Arthur Mumu mengaku mewakili Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK RI) akan menyegel salah satu perusahaan pembiayaan memancing reaksi Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI).

Berikut status Arthur Mumu:

#Segel_Kantor_LEASING

Persiapan untuk Segel Salah satu Kantor Finance, Besok hari, Kamis (12/03/2020). Siapapun mereka kalau melanggar hukum pasti akan berhadapan dengan hukum. #HIDUP_KONSUMEN_BRAVO_ LPK RI Apalagi MERUGIKAN KONSUMEN, kami LEMBAGA PERLINDUNGAN KONSUMEN REPUBLIK INDONESIA (LPK-RI) akan berdiri paling depan membela dan memberikan kepastian hukum sekaligus mencerdaskan konsumen, dan seterusnya..

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Sulut FKD Manado, Yermi Pandoh SH, menyesalkan postingan Arthur Mumu di media sosial facebook, yang membawa nama, logo/lambang LPK RI akan menyegel kantor finance.

“Diposting sekitar Rabu lalu (11/3/2020), sudah dihapus tapi kami punya screenshot. Kapasitas apa sampai ada tulisan seperti itu? Postingan tersebut memancing reaksi dari APPI dan perusahaan alih daya atau tenaga penagih profesional, karena sudah viral lewat medsos tempat mereka bekerja akan disegel,” jelas Yermi Pandoh kepada wartawan Manadonews.co.id di rumah kopi K.8 Sario, Jumat (13/3/2020) sore.

Yermi menambahkan, Arthur Mumu
harus bertanggungjawab pada postingan yang bersifat informasi bohong alias hoax sangat mengganggu kenyaman bekerja, khususnya pihak kreditur, debitur dan rekanan pihak ketiga.

“Intinya aturan main sudah jelas dalam regulasi. Jika ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan, silakan menempuh jalur hukum, karena kita adalah negara hukum. Jangan berkoar-koar di medsos menggiring opini di masyarakat seakan-akan yang disampaikan sudah benar dan berkekuatan hukum tetap,” tandas Yermi.

Meski demikian, lanjut Yermi Pandoh, APPI mendukung perjuangan LPK RI membantu konsumen yang merasa dirugikan.

“Selama berjalan di jalur yang benar kami mendukung, karena kami masyarakat, mungkin juga konsumen atau debitur yang perlu dilindungi haknya,” pungkas Yermi.

Sementara, Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK RI) Sulawesi Utara, Stefanus Sumampouw, menampik tulisan status Arthur Mumu di media sosial FB mewakili LPK.

“Itu pernyataan pribadi bukan organisasi. Tapi karena dia gunakan seragam maka saya sebagai ketua LPK menyampaikan permohonan maaf,” jelas Sumampouw ketika dikonfirmasi wartawan Manadonews.co.id, Jumat malam.

Stefanus Sumampouw menambahkan, LPK RI membuka diri untuk berdiskusi dengan APPI bersama-sama satukan persepsi menyelesaikan masalah antara perusahaan pembiayaan dan konsumen.

“Kami bekerja hanya sesuai pengaduan konsumen, korban banyak sekali, LPK hanya meminimalisir keadaan, kami siap bicara,” tandas Sumampouw.

LPK, lanjut Sumampouw, bekerja memperjuangkan hak-hak konsumen
berdasarkan pengaduan sesuai aturan perundang-undangan.

“Kalau ikut fidusia perusahaan pembiayaan tidak perlu susah, hanya melaksanakan putusan pengadilan, ada Perkab Nomor 8 Tahun 2011 tentang eksekusi pengamanan jaminan fidusia tidak perlu kerahkan preman. Mari sama-sama kita saling jaga aturan,” jelas Sumampouw.

(YerryPalohoon)

Baca Juga:  Alasan Pemukulan Dua Pelajar di Kaleosan Ternyata Dipicu Peristiwa Sehari Sebelumnya