Example floating
Example floating
Berita UtamaManado

Gara – Gara Corona, Para ‘Petualang Malam’ di Manado Kesulitan Bertemu ‘Penantang’

×

Gara – Gara Corona, Para ‘Petualang Malam’ di Manado Kesulitan Bertemu ‘Penantang’

Sebarkan artikel ini
TKB yang biasa ramai di larut malam tampak sepi. Foto: manadonews.co.id/Fian

MANADO, MANADONEWS.CO.ID – Sejak merebaknya virus Corona, Covid 19 yang kemudian diikuti dengan keluarnya kebijakan Social Distancing oleh pemerintah, bisnis ‘malam ceria’ di kosmopolitan Manado, terpukul.

Pantauan manadonews.co.id, Selasa (17/3) malam, di kompleks TKB yang biasanya telah ramai dengan kehadiran para pria pencari ‘keberuntungan’ lain, kini menghilang.

MANTOS MANTOS

Hanya terlihat para petualang malam yang tetap setia menantikan ‘sang penantang’ yang tak kunjung tiba itu.

Ada juga satu dua lelaki yang duduk, tapi tak berselang lama langsung beranjak. Kehadiran mereka pun tidak disambut kepulan asap dan senyuman sambil duduk manja di samping, karena mungkin para petualang telah mendeteksi, pria – pria yang duduk itu, bukan ‘penantang.’

Baca Juga:  Walikota Bitung Gandeng Pihak Swasta "Berantas Sampah Plastik"

Kepada manadonews.co.id, salah satu pedagang yang wara wiri di kompleks TKB menuturkan kalau situasi sepi sudah mulai terasa sejak merebaknya virus Corona.

“Sepi,” katanya dengan raut wajah yang ikut – ikutan tidak ceria, sambil menyerahkan rokok yang dibeli tim manadonews.

Wajar kalau rona wajahnya tidak ceria. Sepinya ‘pengunjung’ berimbas juga pada jualannya.

Menariknya, sengaja atau tidak, sadar atau tidak, selain kesulitan bertemu dengan ‘penantang,’ para petualang malam justru menerapkan kebijakan social distancing.

Mereka terlihat tidak bersama – sama dalam jumlah banyak seperti biasanya, sebaliknya membagi dalam kelompok – kelompok kecil, dua sampai tiga orang. Bahkan ada yang berkreasi secara ‘ mandiri, berdiri sendiri di tempat terpisah sambil, tentu saja, berburu pakai rok mini.

Baca Juga:  Antonius Benny Susetyo: Masyarakat Tereduksi oleh Kebisingan

Hingga pukul 02.30 subuh, situasi masih relatif tetap seperti waktu awal para ‘petarung malam’ itu ”lepas jangkar’ di lokasi.

Bunyi knalpot dan motor datang dan pergi para tukang ojek yang biasa mangkal sebagai pengantar dan penjemput. biasanya ramai, kali ini tidak lagi..

Sementara di kawasan boulevard, di lokasi yang biasa menjadi tempat kumpul ‘arisan,’ mungkin karena sudah tahu situasinya pasca kebijakan social distancing, tak terdengar satu pun suara ‘ada bos’ dari kegelapan.

Fian

Example 120x600