Setuju Pilkada Ditunda, Wenny Lumentut: Tidak Ada Kegiatan Paling Penting Selain Perangi Corona

WENNY LUMENTUT


Manado – Wacana penundaan Pilkada serentak akibat wabah virus corona Covid 19 yang merebak dunia mendapat respons banyak pihak.

Wenny Lumentut, legislator Sulut dari Partai Gerindra, setuju Pilkada yang sedianya digelar 23 September 2020 ditunda hingga 2021 mendatang.

“Setuju Pilkada ditunda tahun depan. Keadaan sekarang tidak nyaman dan berisiko,” jelas Wenny Lumentut kepada wartawan Manadonews.co.id di Manado, Kamis (26/3/2020).

Wenny Lumentut menambahkan, penundaan Pilkada akan mengurangi beban anggaran pemerintah karena anggaran Pilkada bisa digeser ke penanggulangan wabah virus.

“Triliunan anggaran Pilkada serentak Indonesia bisa digeser untuk menanggulangi sekaligus rehabilitasi korban akibat wabah corona,” tandas Lumentut.

Calon kuat Walikota Tomohon yang digadang-gadang masyarakat ini, menegaskan bahwa penanggulangan dan rehabilitasi korban akibat wabah virus corona Covid 19 paling utama sementara dilakukan dan diusahakan semua negara.

“Terbaru gelaran Piala Eropa dan Olimpiade diputuskan ditunda. Artinya, tidak ada kegiatan paling penting sekarang selain perangi corona,” pungkas Lumentut.

Sebelumnya diberitakan, penyebaran wabah virus corona Covid 19 telah menggerus anggaran dan tenaga yang tidak sedikit.

Baca Juga:  Hebat, DLH Sulut Sukses Tanam 240 Bibit Karang

Berbagai upaya dilakukan pemerintah dibantu masyarakat untuk mengatasi wabah yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Cina ini.

Kebijakan anggaran dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi beban krisis.

Mengingat penyebaran virus corona sangat berdampak pada kesehatan dan ketahanan ekonomi masyarakat, apakah pelaksanaan Pilkada serentak 23 September 2020 akan mengalami penundaan?

Pengamat politik dan pemerintahan, Taufik Manuel Tumbelaka, berpendapat penundaan Pilkada masih merupakan keputusan masuk akal.

“Penundaan masih logis, saya yakin sudah diperhitungkan. Pemerintah saat ini fokus pada langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan,” ujar Taufik Tumbelaka kepada wartawan Manadonews.co.id di Manado, Rabu (25/3/2020).

Taufik Tumbelaka mengakui pemerintah cukup kewalahan menghadapi serangan virus corona Covid 19 karena cara penyebarannya sulit diperkirakan.

“Termasuk prediksi infeksi virus berakhir pertengahan hingga akhir tahun. Makanya, jauh hari UEFA sudah memutuskan menunda gelaran Piala Eropa diikuti IOC menunda Olimpiade hingga tahun depan, sehingga penundaan Pilkada bisa saja terjadi,” tandas Tumbelaka.

Terkait anggaran, Taufik Tumbelaka menambahkan, bisa saja pemerintah mengambil kebijakan menggeser anggaran Pilkada (dengan asumsi Pilkada ditunda) pada kebutuhan penanggulangan dan rehabilitasi korban virus corona.

Baca Juga:  Terkait Pulau Bangka, Pansus Zonasi Bakal Konsultasi ke Kemendagri

“Untuk Sulut total anggaran Pilkada dari APBD sekitar 360 miliar belum termasuk APBD kabupaten dan kota. Memang tahapan sementara berlangsung, pemerintah harus secepatnya memutuskan wacana apakah Pilkada dilaksanakan sesuai jadwal atau ditunda?” Pungkas mantan aktivis UGM ini sambil menambahkan hampir semua daerah yang akan menggelar Pilkada kepada daerahnya habis masa jabatan 2021 mendatang.

(YerryPalohoon)