Ilmuwan Juara Dunia Muhammad Ja’far Hasibuan dan Tim Uji Coba Obat Covid 19



Medan, Manadonews.co.id – Langkah yang tepat cegah virus corona tak lain memperkuat sistem imunitas tubuh. Diketahui, virus corona telah menginfeksi ratusan ribu orang di seluruh dunia, di Indonesia hampir 100 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya masih positif Covid 19.

Peneliti kesehatan dari Indonesia, Muhammad Ja’far Hasibuan, juara dunia bidang kesehatan di Shanghai China 2019 merupakan Co-founder and Presider at Biofar Shrimp Skincare bersama anggota tim medis CV. Biofar Shrimp Skincare Pirman Abadi Pohan, S.Farm dan Khairul Amri Batubara, S.Farm, mengadakan praktik uji coba penemuan obat Covid 19 dengan tema: ‘Fighting the Covud 19 Pandemic Virus From Death with the Anti-Biofar Medicinal Herb Balacca’ (Melawan Virus Pandemi Covid 19 dari Kematian dengan tamuan Obat Anti Virus Biofar Balacca) di Perum Grand Harjosari, Kota Medan, Jumat (27/3/2020).

Ilmuwan ini rencananya akan diikutsertakan pada kompetisi di Amerika Serikat dan Rusia sembari memohon dukungan dan bantuan para sponsor dermawan dibutuhkan sekitar Rp200 juta ikut dalam kompetisi itu, saat ini, sedang berupaya mengembangkan perpaduan tanaman surga dengan Biofar Shrimp asli Indonesia untuk dunia yang dihasilkan dari bahan pegunungan Padang Lawas Utara dan hewani dari laut, sebagai alternatif pengobatan dan pencegahan penyebaran virus corona (Covid19).

Baca Juga:  Wabup Talaud Tinjau Kegiatan Pencegahan Covid-19

Alasan dipilihnya tanaman surga dan biofar ini jelasnya, lantaran dianggap terbukti memiliki komponen sebagai penghambat dan sebagai bahan alami yang dapat digunakan untuk menghasilkan obat dengan efek positif mematikan virus baik daya tahan tubuh terhadap tubuh manusia maupun sumber daya alam yang tersedia.

Presiden Direktur Biofar, Muhammad Ja’far Hasibuan, menuturkan bahwa komposisi tumbuhan dan hewani sangat ampuh menyembuhkan virus mematikan walaupun rasanya pahit dan asam tidak sama penemuan lain di seluruh dunia.

“Pada penelitian ini, perlu dipahami bahwa bahanya dari hewani dan tanaman surga itu sendiri memiliki karakteristik berbeda tergantung pada sumber tanaman dan lokasinya yang berbeda, contoh jaraknya pegunungan dan kelautan,” jelas Muhammad Ja’far Hasibuan melalui pesan tertulis kepada wartawan Manadonews.co.id, Sabtu (28/3/2020).

Perbedaan sumber tanaman, tambah Hasibuan, lokasi, serta proses penelitiannya akan membedakan pula yang dihasilkan.
Beberapa negara tengah mengembangkan obat dan vaksin untuk Covid-19. Salah satunya China yang mengembangkan obat berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Profesor Yang dari Shanghai Tech University pada Januari 2020. Pada penelitiannya, Profesor Yang berhasil memetakan struktur protein virus corona ditemukan bahwa virus corona penyebab Covid 19 harus menempel pada sel hidup (dalam hal ini paru-paru manusia) sebelum menyuntikkan struktur genetiknya pada sel hidup tersebut untuk berkembang biak.

Baca Juga:  Wabup Bolsel Hadiri Halal Bi Halal di Pinolosian

Memutus aktivitas ini, menurutnya, akan dikembangkan senyawa kimia penghambat bernama N3 sebagai alternatif obat untuk Covid 19.

“Pengalaman selama kompetisi menarik bagi saya, yaitu bahan Tanaman Surga sudah sejak zaman dulu sangat ampuh sembuhkan virus dan saya teliti ini memiliki sifat mematikan virus. Saya berharap penelitian ini dapat dukungan WHO sebagai organisasi kesehatan dunia,” pungkas Hasibuan.

(YerryPalohoon)