Kondisi Masyarakat makin Terpuruk, Jems Tuuk Desak Pemerintah Secepatnya Geser Anggaran

Aktivitas berbelanja di salah-satu supermarket di Kota Manado


Manado – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Ir. Julius Jems Tuuk, memberi apresiasi kepada Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw, serta Pangdam dan Kapolda, yang bahu membahu membuat terobosan program penanggulangan penyebaran wabah virus corona Covid 19.

Jems Tuuk melihat dan merasakan bahwa masyarakat kelas menengah ke bawah di Sulut mengalami kesulitan luar biasa, termasuk petani, sebagian besar lahan sawah gagal panen karena hama tikus dan hama lainnya. 

“Sekarang tidak ada wisatawan berpengaruh pada sektor jasa. Pendapatan nelayan menurun jauh. Demikian juga pekerjaan padat karya, banyak tukang yang menganggur karena tidak ada pekerjaan.
Praktis yang bisa menghasilkan uang hari ini hanya tambang rakyat qq tambang emas,” jelas Jems Tuuk melalui pesan tertulis kepada wartawan Manadonews.co.id, Sabtu (18/3/2020).

Berdasarkan hal tersebut, maka Jems Tuuk mendesak kepada pihak eksekutif dan anggota DPRD lainnya segera mengambil langkah terobosan di antaranya:

1.  Mengevaluasi kembali alokasi anggaran pada APBD 2020, sekalipun APBD sudah diPerdakan dapat digeser untuk keperluan lebih penting yakni menanggulangi krisis akibat Covid 19.

Baca Juga:  Pemprov Rencana Tunda, DPRD Sulut Respons Positif

2. Segera alihkan dana TKD atau Tunjangan Kinerja Daerah, perjalanan dinas dan belanja modal untuk kebutuhan masyarakat dan kesehatan.

3. Dana pada poin dua, dapat dibelanjakan untuk:
a. Pangan, vitamin, obat-obatan dan lainnya dibagikan gratis kepada masyarakat.
b. Biaya operasional aparat keamanan yaitu TNI, Polri dan Satpol PP dalam menjalankan program Physical Distancing/Social Distancing.
d. Perlengkapan petugas kesehatan.

“Saya melihat masyarakat ekonomi menengah ke bawah kehidupan mereka sangat terpuruk. Jika kondisi terus memburuk dan tidak teratasi sampai dua bulan ke depan, saya kuatir rakyat akan marah dan terjadi chaos karena tidak ada dana untuk pangan dan kesehatan,” tukas Jems Tuuk.

(YerryPalohoon)