Diikuti Bupati ROR, Mendagri Minta Daerah Fleksibel Geser APBD untuk Tangani Covid-19

TONDANO, MANADONEWS.CO.ID – Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian meminta agar kepala daerah fleksibel dalam melakukan realokasi dan refocusing atau pergeseran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk penanganan Covid-19.

Hal tersebut dikatakan Mendagri melalui Dirjen Otonomi Daerah, Akmal Malik dalam Video Conference dengan sekretaris provinsi, bupati/walikota se-Indonesia.

Dalam video conference tersebut juga, Dirjen Otda yang didampingi Plh Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Hari Nur Cahya Murni dan Direktur Bina Keuangan Daerah, menyatakan APBD yang direalokasi dan difokuskan kembali itu diharapkan diarahkan pada tiga hal yakni pemantapan kapasitas kesehatan masyarakat, kegiatan-kegiatan yang mampu menyiapkan social safety net atau jaring pengaman sosial serta menjaga kelangsungan dunia usaha khususnya UMKM dan usaha mikro.

Hal penting lainnya juga dikatakan bahwa untuk pergeseran anggaran apapun itu termasuk pembangunan fisik yang dinilai belum terlalu penting bisa hanya dengan melaporkan ke pimpinan dewan saja. Selain itu, pemerintah daerah diminta untuk melakukan koordinasi dengan Forkopimda, LSM, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menghimbau agar masyarakat tidak mudik ke kampung halaman dan kalau pun itu sudah dilakukan, harus isolasi mandiri dan diperlakukan sebagai Orang Dalam Pengawasan sesuai protokol kesehatan.

Baca Juga:  Kuhu Hadiri Desa Sadar Kerukunan

Terkait arahan dan instruksi Mendagri tersebut, Bupati Minahasa, Dr. Ir. Royke Octavian Roring, M.Si yang dalam video conference tersebut didampingi Sekretaris Daerah, Frits Muntu, S.Sos dan jajaran terkait menyatakan sudah siap melakukan pergeseran anggaran untuk tahap pertama Rp 10,5 miliar dan tahap kedua Rp. 12,5 miliar bahkan jika diperlukan akan ada tahap ketiga.

Dalam proses pergeseran APBD tersebut, Pemkab Minahasa juga tetap berkonsultasi dan memintakan persetujuan DPRD dan pendampingan dari Kejari dan Polres Minahasa. Terkait himbauan kepada masyarakat, kata Bupati ROR, juga sudah dikoordinasikan dengan Forkopimda dan unsur terkait termasuk para tokoh agama.

Dalam kesempatan tersebut, Sekprov Sulut, Edwin Silangen, SE, MS mengungkapkan bahwa Gubernur, Olly Dondokambey, SE telah memintakan izin ke Menteri Perdagangan untuk mengimpor gula pasir yang kini harganya melonjak di pasaran karena kurangnya suplay.

Yunita Rotikan