Seorang Pemuda di Melonguane Ditemukan Gantung Diri

TALAUD,Manadonews.co.id-.Seorang Pemuda  berinisial NS Alias Nopri (22) pekerjaan tiada, ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar rumah Keluarga Saweduling – Bungkaes di Kelurahan Melonguane  Barat Kecamatan Melonguane pada jumat 10/4/2020 pukul 18.00 wita.

Kapolsek Melonguane Ipda Dedi Matahari,SH saat dikonfirmasi mengatakan, dari keterangan saksi Meksi Saweduling (45) yang merupakan ayah kandungnya  menjelaskan awalnya pada hari Kamis 09 April 2020 Pukul 21.00 wita, korban keluar rumah dan balik ke rumah pada hari Jumat 10 April 2020 dini hari pukul 03.00 wita.

Saat tiba di rumah korban sudah dalam keadaan mabuk serta sempat membuat keributan dan marah – marah tidak jelas kepada orangtuanya, kemudian korban keluar lagi dan kembali ke rumah pukul 04.00 wita dini hari, setengah jam kemudian masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.

“Pada siang hari sekitar pukul 12.00 wita, korban di bangunkan untuk makan namun korban mengatakan bahwa masih kenyang. Pada pukul 17.45 wita, saksi kembali membangunkan korban untuk mengikuti ibadah perjamuan Kudus,namun tidak ada respon dari dalam kamar sehingga saksi menyuruh Lelaki Marwan Mangampang ( kerabat ) untuk mengecek keadaan korban, lelaki Marwan Mangampang kemudian memanjat lewat jendela dan melihat Korban sudah dalam keadaan tergantung dengan menggunakan sprei, kemudian saksi dan lelaki Marwan mendobrak pintu kamar,” ujarnya.

Baca Juga:  Personil Polres Talaud Terus Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Sementara itu, dari keterangan saksi yang pertama kali menemukan Marwan Mangampang, bahwa sekitar pukul 17.45 wita, saksi sedang berada di rumah saksi yang berdekatan dengan rumah korban,saksi kemudian mendengar lelaki Meksi Saweduling meminta tolong untuk memanjat jendela kamar dari korban, karena korban di panggil tidak ada respin dari dalam kamar, kemudian saksi memanjat jendela, dan melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di dalam kamar dengan menggunakan sprei.

Diketahui bahwa sekitar bulan Januari 2020 korban diberhentikan dari tempat kerjanya di Kantor Syahbandar Melonguane,sejak saat ini korban sering banyak diam.

“Saat ini korban di bawah ke Rumah Sakit Mala untuk diadakan otopsi luar,” ucap Ipda Dedy Matahari,SH.
(Jelo)