Catatan Syarifudin Saafa (VI): Manado Butuh Jalan Layang

Jalan Piere Tendean, Boulevard I, salah-satu ruas paling macet kendaraan


Manado – 14 Juli 2020 mendatang Kota Manado akan genap berusia 397 tahun.

Kemacetan merupakan salah-satu masalah mendasar yang hingga kini belum terselesaikan.

Anggota DPRD Kota Manado, Syarifudin Saafa, mengusulkan pembangunan jalan layang sebagai akses perhubungan ke pusat kota dan pusat-pusat perbelanjaan.

“Menurut saya, jalan layang jadi salah-satu solusi mengurai kemacetan di Kota Manado,” jelas Syarifudin Saafa kepada wartawan Manadonews.co.id, Sabtu (11/4/2020).

Syarifudin Saafa menambahkan, radius 5 km dari segala penjuru ke pusat kota Manado tidak tersedia ruang terbuka sehingga tidak memungkinkan pembuatan jalan baru.

“Bahkan untuk pelebaran jalan saja sulit dilakukan. Solusinya bangun jalan layang,” tandas legislator PKS sudah periode ketiga duduk di dewan kota ini.

Kebijakan operasional kendaraan sistem ganjil genap serta memaksimalkan angkutan umum, lanjut Saafa, bisa diterapkan untuk mengurai kemacetan.

“Selama ini yang dilakukan hanya rekayasa lalulintas jalur satu arah (oneway traffick). Ke depan bisa dipertimbangkan juga sistem ganjil genap yang cukup berhasil mengurai kemacetan lalulintas di ibukota negara, DKI Jakarta,” pungkas Saafa.

Baca Juga:  Turun Hujan, "Jago Merah" Malah Beraksi di Ranomuut

(YerryPalohoon)

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
549 votes

This will close in 10 seconds