Di Tengah Kesulitan Akibat Wabah Covid-19, Andrei Angouw Ajak Masyarakat Lakukan Ini

Andrei Angouw saat reses di Kampung Islam, Kamis (30/4/2020)

Manado – Kebijakan Physical Distancing (Social Distancing) untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 (Corona) berdampak pada ketahanan ekonomi masyarakat.

Bagi masyarakat kurang mampu atau tidak mempunyai gaji tetap, imbauan untuk tetap tinggal di rumah menjadi keputusan yang menyulitkan karena menyangkut dengan isi perut.

Menyambung imbauan Keuskupan Manado, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Andrei Angouw, mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan dan lahan perkebunan.

“Sebagian besar masyarakat Sulawesi Utara berprofesi sebagai petani dan pekebun. Manfaatkan lahan kosong untuk ditanami ubi, pisang, batata, rica, bawang, tomat, sayuran dan tanaman cepat tumbuh lainnya. Sambil menanam anggap saja berolahraga,” jelas Andrei Angouw kepada wartawan Manadonews.co.id di Manado, Jumat (1/5/2020).

Manfaatkan pekarangan dan lahan kosong tanam bahan kebutuhan sehari-hari

Andrei Angouw menambahkan, menanam memanfaatkan pekarangan dan lahan perkebunan merupakan usaha mandiri yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.

“Harus dipahami bahwa bantuan bahan kebutuhan pokok dari pemerintah terbatas. Maka diperlukan usaha mandiri masyarakat di tengah wabah Covid-19,” tukas Andrei Angouw.

Terakhir, sebagai bagian dari pemerintahan provinsi Sulawesi Utara, Andrei Angouw menyampaikan apresiasi dan terima-kasih atas peran aktif masyarakat yang ikut membantu memotong mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca Juga:  Tips Aman dan Himbauan Sebelum Mudik Lebaran

“Terus mengikuti petunjuk pemerintah merupakan kunci keberhasilan untuk mengakhiri wabah Covid-19,” pungkas Andrei Angouw.

(YerryPalohoon)