Turut Terdampak Covid-19, VaSung Dorong Kemendikbud Selamatkan Institusi Pendidikan Swasta

JAKARTA, MANADONEWS.CO.ID – Kebijakan sosial dstancing dan physical distancing untuk menekan laju penyebaran infeksi covid-19 mulai berdampak pada sekolah – sekolah swasta; yakni tak memiliki daya untuk melakukan penagihan langsung biaya SPP.

Apalagi para orang tua siswa memberi tanggapan bahwa mereka merasa kesulitan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19; bahkan ada sebagian sampai meminta potongan biaya sekolah karena beralasan anak belajar di rumah dan guru bekerja dari rumah.

Kondisi ini menjadi ancaman serius dunia pendidikan khususnya sekolah dan perguruan tinggi swasta.

“ Tentunya kesulitan para orangtua siswa sangat bisa dimengerti. Namun, kita semua juga harus menyadari bahwa operasional lembaga pendidikan swasta itu kan dibiayai oleh SPP yang dibayarkan oleh orang tua siswa,” tutur Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Vanda Sarundajang, Senin (4/5).

Kata VaSung, tidak semua penyelenggara sekolah dalam hal ini yayasan itu memiliki kemampuan finansial yang cukup dalam bertahan di masa pandemi ini.

“Biaya-biaya seperti gaji guru dan karyawan sekolah, biaya listrik dan sebagainya itu menjadi beban untuk sekolah swasta,” ungkap VaSung.

Baca Juga:  Pemkot Manado Berlakukan Pembatasan Orang Keluar Masuk

VaSung yang juga Ketua Pengurus Daerah Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Sulawesi Utara minta pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyiapkan langkah-langkah konkrit mengatasi kesulitan tersebut.

“Kami mendorong agar Pemerintah melalui Kemendikbud mengambil kebijakan konkrit untuk menyelamatkan dunia pendidikan dengan mengalokasikan bantuan bagi lembaga pendidikan swasta dari tingkat Paud, Pendidikan dasar dan menengah hingga Perguruan Tinggi yang mengalami kesulitan biaya operasional,” paparnya.

” Setahu saya, saat ini sudah diterbitkan aturan yang mempermudah penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Tetapi kalau nominalnya tidak ditambah maka itu menjadi kurang berarti, karena besarnya biaya yang dibutuhkan oleh sekolah, Sementara di sisi lain pemasukan yang bersumber dari orang tua siswa juga tidak dapat diharapkan karena kesulitan keuangan,” imbuhnya.

Diketahui untuk tingkat PAUD dan TK milik pemerintah berjumlah sekitar 3.363, sedangkan TK swasta mencapai 87.726.

Sementara untuk jenjang SD sampai SMA sekitar 169.378 sekolah negeri dan 138.277 sekolah swasta.

Kondisi serupa untuk jenjang pendidikan tinggi dimana jumlah perguruan tinggi negeri hanya sekitar 370 lembaga, sedangkan perguruan tinggi swasta mencapai 4.043 lembaga.

Baca Juga:  Pelaku Pembunuhan Dosen di Tikala Ditangkap di Bolmong

Fiab