DPRD Sulut Minta Proyek Galian PLN Selesai Tepat Waktu, Alasannya Ini

Salah-satu galian di Jalan Tololiu Supit Teling


Manado – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Rocky Wowor, mengingatkan kepada pelaksana proyek galian kabel PLN di sejumlah ruas jalan di Kota Manado agar menyelesaikan pengerjaan tepat waktu.

Kemacetan lalulintas, menurut Rocky Wowor, jadi salah-satu alasan.

“Secara pribadi saya apresiasi protap pengerjaan ada petugas yang mengatur lalulintas kendaraan di lokasi galian,” ujar Rocky Wowor kepada wartawan Manadonews.co.id di Manado, Selasa (5/5/2020).

Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini, menambahkan liburan sekolah dan pembatasan keluar rumah akibat pandemi Covid-19 (Corona) harus dimanfaatkan dengan baik oleh pelaksana proyek.

“Karena libur maka ruas jalan jadi sepi memudahkan pelaksana proyek untuk bekerja dan menyelesaikannya tepat waktu. Bayangkan, kondisi ruas Teling saat hari sekolah macetnya bukan main. ” jelas Rocky Wowor.

Sebelumnya diberitakan, melintas di sejumlah ruas jalan di Kota Manado masyarakat pasti melihat galian tanah yang tidak sekedar merusak jalan tapi juga berakibat kemacetan lalulintas meskipun di tengah kebijakan liburan sekolah dan pembatasan keluar rumah.

Penelusuran wartawan Manadonews.co.id, ternyata galian tersebut adalah proyek SKTT (Saluran Kabel Tegangan Tinggi) 150kV GIS Sario – GIS Teling, yang dikerjakan PT. Prysmian.

Baca Juga:  Rocky Wowor : Pak Olly tak Banyak Bicara, Tapi Utamakan Kerja

Selain SKTT GIS Sario – GIS Teling yang dikerjakan PT. Prysmian, proyek galian lainnya dikerjakan perusahaan berbeda.

Aspirasi masyarakat yang mempertanyakan estimasi waktu pelaksanaan proyek, perbaikan rehabilitasi jalan yang dirusak, hingga pemanfaatan akhirnya terjawab.

Melalui komunikasi handphone dengan wartawan Manadonews.co.id, penanggung-jawab proyek wilayah Manado dari PT. Prysmian, Saka Tarigan, menjelaskan proyek SKTT sementara dikerjakan di Jalan Tololiu Supit, Jalan 14 Februari, Jalan 17 Agustus, Jalan Katamso dan Jalan Ahmad Yani.

“Pekerjaan konstruksi estimasi sampai bulan Juni. Perapihan kembali di estimasi sampai Juli, bergantung saat ini (pandemic) yang mana pekerjaan cukup berpengaruh dikarenakan virus covid-19,” tulis Saka Tarigan melalui pesan WhatsApp, Selasa (28/4/2020) sore.

Lanjut Saka Tarigan, untuk pelaksanaan pengerjaan proyek pihaknya terlebih dahulu telah meminta izin kepada beberapa stakeholder terkait.

“Izin ke Dinas PUPR dan Dishub Kota Manado, serta pemerintah kecamatan dan kelurahan yang dilewati jalur proyek,” jelas Saka Tarigan.

Sementara untuk jalan yang dirusak akibat pengerjaan proyek, tambah Saka Tarigan, akan dilakukan perbaikan selesai pekerjaan konstruksi.

Baca Juga:  Soal Pengangkatan Plt Rektor Unima, Allan: Jangan Sampai Menteri Tabrak Aturan Sendiri

“Kondisi jalan akan dikembalikan seperti semula dan ditargetkan dikerjakan begitu pekerjaan konstruksi selesai. Sementara untuk pemanfaatan belum bisa dipastikan dikarenakan covid-19,” pungkas Saka Tarigan.

(YerrryPalohoon)