Cegah Penyebaran COVID-19, Wali kota Manado Terkesan “Takut” Larang IT Centre Beroperasi

MANADO, MANADONEWS.co.id- Kebijakkan pemerintah Kota Manado dalam kaitan mencegah dan memutuskan mata rantai peredaran Covid-19 dinilai masih pilih kasih dan belum tegas. Dimana Wali Kota Manado Dr. Vicky Lumentut melalui surat penegasan Wali kota Manado, Nomor : 044/D.4/PEMDAL-PTSP/304/2020, Tanggal 15 Mei 2020 menandaskan selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat Kota Manado dengan memperhatikan Peraturan Gubernur nomor 8 tahun 2020 tentang Optimalisasi Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Wilayah Provinsi Sulawesi Utara, menegaskan kepada seluruh pengelola Pusat Perbelanjaan yang berada di Kota Manado hal-hal sebagai berikut:

  1. Berdasarkan pasal 13 dan pasal 14 Peraturan Gubernur nomor 8 tahun 2020 maka telah ditetapkan pembatasan untuk melakukan kegiatan di tempat atau fasilitas umum dengan jumlah lebih dari 10 (sepuluh orang) kecuali kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti melakukan kegiatan penyediaan, pengolahan, penyaluran, dan/ atau pengiriman:
    a. Bahan pangan/ makanan/ minuman
    b. Komunikasi dan Teknologi Informasi
    c. Keuangan Perbankan dan Sistem Pembayaran
    d. Logistik.
Baca Juga:  Jokowi: Sansiote Sampate-pate

“Oleh karena itu setiap kegiatan di tempat atau fasilitas umum di Pusat Perbelanjaan wajib ditutup selama masa tanggap darurat COVID-19 berlaku, kecuali kegiatan sebagaimana disebutkan di atas,” demikian bunyi surat penegasan Walikota Manado, Nomor : 044/D.4/PEMDAL-PTSP/304/2020, Tanggal 15 Mei 2020.

GM Manado Town Square Yono Akbar kepada wartawan menegaskan meskipun kebinggungan atas keputusan yang tiba-tiba ini, namun demi kepentingan kemanusiaan dan mendukung penangganan Covid-19 pihaknya membatalkan untuk beroperasi.

“Sebelum rencana operasi kembali manajemen telah mempersiapkan proses operasional yang mematuhi protokol kesehatan Covid-19, bahkan pengunjung yang kedapatan melanggar kami keluarkan dari area perbelanjaan”kata Yono sambil mempertanyakan sejumlah pusat perbelanjaan besar dikota Manado masih dibiarkan beroperasi dan berharap agar ada perlakuan yang sama untuk pusat pembelanjaan yg lain karena ada beberapa pusat pembelanjaan yang telah buka.

Yono juga meminta ada kepastian dari pemerintah kapan usaha retail ini dapat beroperasi serta ketegasan protap apa yabg harus di ikuti, sebab katanya saat ini dalam mantos ada sekitar 300 tenant bersama keluarga dan suplier ini yang harus ada solusi

Baca Juga:  Menara Alfa Omega Segera Dibangun, Bakal Jadi Ikon Pariwisata Tomohon

Secara terpisah, Marno salah seorang karyawan tenant di Mantos dengan tegas menuding Pemerintah Provinsi dan Kota Manado tebang pilih menertibkan pusat perbelanjaan yang beroperasi di masa Pandemi Covid-19 ini.

“Pak Wali kota harus adil dan tegas, apa beda Mantos dan IT Centre?sama-sama ramai pengunjung, kenapa hanya kami yang ditertibkan dan diminta mengerti dengan kondisi ini.”katanya sambil menggaku telah sekian lama tidak kerja akibat Mantos ditutup sementara.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Manado melalui Kabag Humas Sonny Takumangsang menampik dengan tegas tudingan tersebut.

“Tidak benar Pemkot Manado pilih kasih atau tidak tegas apalagi takut, yang pasti semua akan ditertipkan jika melanggaran aturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Manado.”tandas sambil menambahkan Satuan Pol PP akan turun menegakkan aturan ini.

Sementara itu, GM IT Centre Marcel Mokoginta Ketika dikonfirmasi pihaknya tidak melanggar apalagi melawan edaran Wali Kota, namun isi pada point dalam penegasan Wali Kota itu disebutkan ada pengecualian bagi usaha penyaluran peralatan komunikasi dan informasi.

Baca Juga:  DAK Bolmong Belum Cair 47 Miliar

“Kami tidak melanggar, kecuali diluar tenant penyalur alat komunikasi dan informasi akan kami tutup.”katanya.

Pantauan media ini, sejak pagi tadi pusat perbelanjaan IT Centre sangat ramai pengunjung dari lantai dasar hingga lantai III,meskipun pada pintu masuk di wajib cuci tangan, pakai masker dan test suhu badan namun tidak semua tenant yang buka memperlihatkan protap Covid-19 antara lain mencuci tangan sebelum berbelanja.(nando)