Sudah Dua Meninggal Dunia – Tidak Pindah ke Stadion Klabat, Pemkot Manado Pilih Tutup Sementara atau Rekayasa Pedagang

Pasar Pinasungkulan Karombasan


Manado – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado memberikan klarifikasi terkait rencana pemindahan sementara pedagang Pasar Pinasungkulan Karombasan ke kawasan Stadion Klabat.

Walikota Manado, Vicky Lumentut, melalui Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Kominfo), Erwin Kontu, menegaskan bahwa opsi pemindahan tersebut tidak dilakukan.

“Jadi, rencana pemindahan pedagang ke seputaran Stadion Klabat hanya opsi. Rapat pimpinan barusan tidak lagi membahas pemindahan pedagang,” jelas Erwin Kontu melalui komunikasi handphone dengan wartawan Manadonews.co.id, Senin (18/5/2020) malam.

Erwin Kontu menambahkan, Pemkot Manado akan memilih salah-satu dari dua opsi yang sudah disiapkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 (Corona) di klaster Pasar Karombasan sudah masuk zona merah.

Dua opsi disiapkan yakni, pertama penutupan pasar selama 14 hari sambil mensterilkan pasar melalui penyemprotan disinfektan.

“Opsi kedua, rekayasa pasar yakni pedagang dipindahkan ke jalan atau bagian depan pasar. Teknis pengaturan oleh PD Pasar dan mengikuti protokol pencegahan,” tutur Erwin Kontu.

Meski begitu, lanjut Erwin Kontu, untuk waktu pelaksanaan Pemkot Manado akan melakukan kajian sekaligus menjalin koordinasi dengan stakeholder terkait.

Baca Juga:  Hadiri Dekranas 2019,Tim Dekranasda Kota Bitung Pamerkan Tas Jaring Recyle

“Soal kapan pelaksanaanya masih perlu kajian. Keterlibatan berbagai pihak seperti gugus tugas, kepolisian, Kodim dan stakeholder lainnya dibutuhkan untuk sukses rencana ini,” jelas Kontu.

Sebelumnya diberitakan, Pasar Pinasungkulan Karombasan di Kecamatan Wanea, Kota Manado, masuk zona merah penyebaran Covid-19 (Corona).

Pasar Pinasungkulan menjadi salah satu klaster aktif penyebaran Covid-19 di Sulut.

Hingga Sabtu malam, jumlah pasien-pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari Klaster Pasar Pinasungkulan sebanyak 11 orang, dua di antaranya sudah meninggal dunia.

Pemkot Manado berencana menutup sementara Pasar Karombasan. Kawasan Stadion Klabat di Kelurahan Ranotana direncanakan menjadi lokasi sementara pemindahan pasar.

Namun rencana pemindahan tersebut mendapat penolakan warga Ranotana dan Karombasan seperti disampaikan Jufry Rumondor, Ketua LPM Ranotana.

“Warga di sini termasuk tokoh agama dan masyarakat sepakat menolak rencana pemindahan pasar di kawasan Stadion Klabat,” jelas Jufry Rumondor melalui komunikasi handphone dengan wartawan Manadonews co.id, Senin (18/5/2020).

Alasan penolakan warga, diutarakan Jufry Rumondor, sekitaran Stadion Klabat adalah kawasan padat penduduk dan jadi akses perhubungan antar kecamatan di Kota Manado.

Baca Juga:  Vicky Hadiri Rakorev,Minta Bantuan Pemprov Penutupan Ipal Megamas

“Peran dan kesadaran tinggi masyarakat jadikan Ranotana zona hijau penularan Covid-19. Kami kuatirkan keberadaan pasar akan jadikan Ranotana zona merah, apalagi Ranotana adalah kelurahan padat penduduk,” tandas dia.

Masyarakat, lanjut Jufry, mengusulkan Godbless Park di Jalan Piere Tendean, Boulevard, menjadi lokasi pemindahan pasar.

“Syarat utama pencegahan penularan Covid-19 adalah akses masuk masyarakat terkontrol. Nah, Godbless Park itu tepat. Sementara, di sini (kawasan Stadion Klabat) akses masuk dan keluar dari segala penjuru,” jelas Jufry Rumondor sambil menambahkan aspirasi penolakan masyarakat murni tidak ditunggangi oknum siapapun.

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Manado melalui Walikota Vicky Lumentut mempertimbangkan menutup sementara Pasar Pinasungkulan Karombasan jika hasil rapid test masih ada pedagang yang terindikasi reaktif.

“Saya akan minta pendapat Forkompinda Manado terkait penutupan sementara Pasar Pinasungkulan Karombasan,” tutur Vicky Lumentut sambil menyebutkan seputaran Stadion Klabat sebagai lokasi pemindahan pasar.

(YerryPalohoon)