RSU Awaloei Siap Beroperasi, Andrei Angouw: Bukti Pihak Swasta Ikut Berperan

Manado — Peran swasta sangat membantu pemerintah melakukan penanganan pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19.

Hal tersebut dikatakan Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw, di sela peninjauan kesiapan operasional RSU Dr. J.H Awaloei di Tateli, Kabupaten Minahasa, Rabu (3/6/2020).

“Bukti bahwa pihak swasta juga ikut berperan bantu pemerintah menangani Covid-19 melalui penyediaan sarana kesehatan,” jelas Andrei Angouw kepada wartawan Manadonews.co.id.

Andrei Angouw pada kesempatan itu mendampingi Gubernur Olly Dondokambey menambahkan, operasional rumah sakit nanti akan sangat membantu masyarakat.

“Karena percepatan penanganan wabah Covid-19 juga sangat ditentukan penyiapan fasilitas kesehatan memadai,” tandas calon kuat Walikota Manado pada Pilkada Desember 2020 ini.

Sementara, Gubernur Olly Dondokambey menuturkan, keberadaan rumah sakit swasta yang baru di Sulut ini akan melengkapi operasional rumah sakit pemerintah dan swasta lainnya.

“Saya menyambut positif dan sejak awal perencanaan pembangunan mendukung sepenuhnya gagasan pembangunan rumah sakit siap beroperasi,” tutur Olly Dondokambey.

Olly Dondokambey menambahkan, sehubungan dengan masa pandemi Covid-19 yang diwarnai dengan banyaknya pasien terkonfirmasi positif Covid-19, maka Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan manajemen rumah-sakit untuk mendukung ketersedian ruang rawat inap bagi perawatan pasien Covid-19.

Baca Juga:  JCH Bolsel Resmi Dilepas Wagub Sulut

“Pihak rumah sakit telah menyiapkan 50 kamar inap bagi penanganan Covid-19 sesuai dengan kesepakatan yang akan ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” tukas Dondokambey.

Sementara itu, Dirut RSU Dr. J.H Awaloei, Dr. Boy Wayong, kepada wartawan media ini menjelaskan, setelah selesai pembangunan akan segera dioperasikan, maka tahap selanjutnya manajemen mengupayakan pelayanan dengan mengupayakan peningkatan mutu pelayanan dengan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengembangan tambahan layanan yakni spesialis-spesialis.

Setelah itu, lanjut Boy, pihaknya akan memasuki tahap persiapan untuk akreditas standar nasional yang diakui oleh Kemenkes RI, untuk mendapatkan sertifikat paripurna sekitar 1300 syarat yang harus dipenuhi dan akan memerlukan waktu tiga bulan.

“Sesuai undang-undang bahwa rumah sakit dapat melayani pasien BPJS dan asuransi kesehatan lainnya, jika telah mendapatkan sertifikat paripurna tingkat nasional yang diakui oleh kementerian kesehatan,” kata Boy Wayong.

Boy Wayong menambahkan, saat ini layanan yang ada sesuai dengan prinsip dasar rumah sakit kelas C yakni 4 spesialis dasar yaitu spesilis anak, bedah, kandungan dan penyakit dalam, namun pada tahun ini pihaknya juga akan mengupayakan fasilitas tambahan seperti layanan cuci darah, pasien kanker dan bedah tulang.

Baca Juga:  Gubernur Olly : Putusan MA Harus Dipatuhi

“Saya optimis dengan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat, kami dapat melengkapi semua kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat di Sulut,” tutur dia sambil menambahkan sesuai arahan Gubernur Olly Dondokambey pihaknya akan menyiapkan 50 ruangan inap bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Di tempat yang sama, Dr. L.H Awaloei, kepada wartawan media ini menyampaikan, puji syukur dapat menyelesaikan satu mimpi besar yang awalnya dia pesimis dapat mewujudkannya.

“Atas nama pribadi dan manajemen saya menyampaikan penghargaan yang sangat tinggi kepada Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama keluarga yang telah mensuport, bahkan hari ini telah menyatakan kesediaan akan meresmikan beroperasinya rumah sakit, serta rekan -rekan sejawat yang turut mendukung hingga tuntasnya pembangunan rumah sakit,” tandas sosok lelaki parubaya yang telah 52 tahun mengabdikan diri di bidang kesehatan sebagai dokter.

Ikut bersama rombongan, Sekrov Edwin Silangen, Kepala Dinas Kesehatan Sulut, dr. Debby Kalalo dan anggota DPRD Sulut, Wenny Lumentut.

(YerryPalohoon)