LPDS akan UKW Online, Ini Tanggapan Anggota Dewan Pers Ahmad Djauhar

Jakarta, Manadonews.co.id – Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) berencana akan melakukan uji kompetensi wartawan (UKW) sistem online.

UKW berbasis komputer ini rencananya akan dipresentasikan di depan anggota Dewan Pers dan konstituen Dewan Pers.

Anggota Dewan Pers yang juga Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers Dewan Pers, Ahmad Djauhar, mengatakan rencana tersebut masih tahap penggodokan.

“Masih digodok, dibahas, dimantapkan Dewan Pers. LPDS jadi salah-satu lembaga akan laksanakan UKW online diminta lakukan simulasi dan uji coba. Jika sudah matang Dewan Pers setujui melalui pleno jadi keputusan,” jelas Ahmad Djauhar dikonfirmasi wartawan Manadonews.co.id melalui komunikasi handphone, Jumat (5/6/2020) pagi.

Ahmad Djauhar memberi apresiasi rencana UKW online oleh LPDS yang akan mempermudah wartawan mengikuti UKW.

“Selama ini mobilisasi masih mahal LPDS merasakan sekali dan jadi beban wartawan. UKW online bisa dilakukan apalagi sekarang semua berbasis online,” pungkas anggota Dewan Pers dua periode ini.

Sebelumnya diberitakan Tagar.id, Direktur Eksekutif LPDS, Hendrayana, menjelaskan LPDS telah menyiapkan materi dan pengajar, tinggal memilih teknologi yang tepat.

Baca Juga:  Panpel Matangkan Persiapan Pawai Paskah Anak Kota Manado

“Selama ini kami sudah menggelar UKW namun tidak berbasis komputer,” kata Hendrayana.

UKW merupakan keputusan dari Dewan Pers sebagai standar wartawan Indonesia dalam menjalankan tugasnya. Dengan lulus UKW seorang wartawan tak hanya dinyatakan memiliki kompentensi dalam bidang jurnalistik atau ketrampilan menulis, tapi  juga paham etika jurnalistik.

Mereka yang lulus UKW namanya akan terdaftar di Dewan Pers. UKW meliputi tiga jenjang, yakni wartawan muda, wartawan madya dan wartawan utama.

Anggota pengurus Yayasan Pendidikan  Multimedia Adinegoro, lembaga yang menaungi LPDS, yang juga mantan anggota Dewan Pers, Wina Armada, menekankan dengan pengalaman panjang LPDS sebagai lembaga uji, LPDS tidak akan kesulitan melakukan UKW berbasis komputer.

Sejauh ini belum ada sebuah lembaga pun, yang ditunjuk Dewan Pers sebagai lembaga pelaksana UKW, yang telah melakukan UKW berbasis komputer.

LPDS tidak bisa dipisahkan dari Dewan Pers. Lembaga ini berawal dari rekomendasi sidang pleno Dewan Pers di Bali pada 1987 yang saat itu menilai perlunya ada sebuah  lembaga yang bisa melahirkan wartawan profesional.

Baca Juga:  Ikuti UKW, Ketua IWO Sulut Akui Kredibilitas LPDS

Sejumlah tokoh pers, seperti Jacob Oetama dan Djafat H. Assegaff dan Zurharmans kemudian membentuk Yayasan Pers Dr Soetomo yang melahirkan LPDS. Pada 2008 Yayasan berubah nama menjadi Yayasan Pendidikan Multimedia Adinegoro. Karena itu LPDS merupakan “anak kandung” Dewan Pers.

Berkaitan dengan UKW berbasis komputer, hingga kini Dewan Pers masih terus membahas format yang tepat mekanisme UKW berbasis online dengan konstituennya. LPDS sendiri akan melakukan uji coba “format” ujian wartawan pada Juni ini.  

“Kita berencana melakukan uji coba dengan memberi tugas-tugas berbasis komputer bersamaan dengan workshop yang diselenggarakan LPDS dengan SKK Migas untuk para wartawan Maluku dan Papua,” tutur Kepala Divisi Pendidikan, LPDS, A. Aribowo.

(YerryPalohoon)