GM Mantos Curhat “Babak Belur” Terdampak COVID-19, Minta Perhatian Pemkot Manado

MANADO, MANADONEWS.co.id- Pihak pengelola Manado Town Square (Mantos) berharap agar pemerintah Kota Manado segera memberikan kepastian kapan dapat beroperasi secara normal meskipun ada batasan tertentu.

“Pemerintah Kota Manado perlu memperjelas kapan usaha retail dapat buka kembali atau harus ada kejelasan sampai kapan kondisi ini .”kata GM Mantos, Yono kepada Manadonews.co.id Minggu (7/6/2020) via telepon genggamnya.

Menurut Yono, sejak awal pengelola dan para mitra Mantos sangat patut dan memahami kondisi rentan penyebaran virus Corona di Manado, namun kata Yono pasca menutup operasi sekitar tiga ratus Tenant yang ada sejak tanggal 29 Maret 2020 lalu hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi dari pemerintah kota Manado, seperti apa rencana dan solusi yang dapat dilakukan.

Kata Yono, sebelumnya sebanyak 100 tenant diluar restoran telah menandatangani perjanjian kesanggupan mematuhi protokol Kesehatan Covid-19,namun rencana beroperasi pada tanggal 15 Mei 2020 tidak mendapat izin dari pemerintah.

“Saat ini seluruh tenant telah berulang-ulang mempertanyakan hal ini, namun kami belum memberikan jawaban pasti sebab menunggu kebijakan pemerintah”kata Yono.

Baca Juga:  Bupati Roy Roring Beri Ucapan Selamat HUT kepada Wagub Sulut

Dia menjelaskan, masa sulit dan beban berat yang dialami oleh para Tenant adalah pada saat jelang lebaran mereka telah melakukan stok barang jualan dalam jumlah banyak namun pada saat lebaran Mantos dilarang beroperasi.Akhirnya barang jualan tertampung tidak terjual.

“Selain hampir tiga bulan tidak ada pendapatan, para tenant mengeluhkan pihak penyuplai barang telah menagih sementara barang sama sekali tidak terjual.”ungkap Yono.

Yono menambahkan, selain para tenant, penutupan Mantos juga berimbas sekitar 4 ribu lebih karyawan terkatung-katung tidak bekerja, dimana sebelum stop beroperasi para karyawan hanya menerima upah 75 % bahkan 25% dari yang upah seharusnya mereka terima.

Untuk itu ujar Yono, sebagai solusi atas masa sulit ini, jikapun nanti mendapat izin beroperasi pengelolah akan memberikan keringanan kepada para Tenant dalam hitungan terendah diluar biaya servis seperti biaya listrik dan fasilitas publik lainnya.

“Untuk saat ini, atas kepedulian dan keprihatinan kepada para mitra kerja, prinsip kami yang penting dapat buka normal dan para Tenant mendapat penghasilan, soal kewajiban prinsip yang menjadi beban Tenant akan sangat diringankan atau bahkan dibebaskan dalam waktu tertentu.”ujarnya.

Baca Juga:  Ketua ASITA SULUT Sesalkan Bank Mega Cabang Manado dan Travel Agent Anta Vaya Ingkar Janji

Dia menambahkan, selain telah menyiapkan atau merancang area perbelanjaan para seluruh tenant sesuai dengan SOP protokol kesehatan Covid-19 antara lain cek suhu, jaga jarak dan wajib menggunakan masker bagi pengunjung dan karyawan termasuk sosialisasi transaksi non tunai.

“Saat ini kami benar-benar dilema, disatu sisi kami sangat mematuhi anjuran pemerintah terkait Covid-19, namun sisi lain kami didesak oleh 300 ratus tenant dan hampir 5 ribu karyawan yang meminta perhatian dan kepastian dari pemerintah.” tandas Yono sambil berharap agar Pemerintah Kota Manado bahkan pemerintah Provinsi Sulut dapat bertatap muka langsung bersama dengan para Tenant agar mengetahui secara pasti problem berat pengelolah, pemilik tenant dan ribuan karyawan yang memasuki bulan ketiga hanya menerima upah 25 persen dari gaji yang sebenarnya

Pada intinya pengelola Mantos sangat memahami dan mendukung penuh upaya pencegahan dan percepatan memutus mata rantai Covid-19, namun pemerintah juga perlu memberikan solusi atau progres tindak lanjut dan solusi untuk para pengusaha ritel.

Pantauan media ini, kebijakan menutup kegiatan beroperasi ini hanya diberlakukan kepada Mantos dan Mega Mall, sementara pusat perbelanjaan khusus ramai pengunjung seperti IT Centre, Bintang, Multi Mart , Fresh Mart dan Golden serta Jumbo masih dibebaskan untuk beroperasi.(nando)

Baca Juga:  Pantai Ayong Makan Korban