Statement Kasat Pol PP Kota Manado Dinilai “Asal Bunyi” Dan Pupuskan Harapan Ribuan Pekerja Mal

MANADO, MANADONEWS.co.id- Ribuan pekerja Mal di kota Manado saat ini mulai mengeluhkan ketidapastian pemerintah Kota Manado untuk memberikan izin untuk bekerja kembali, setelah hampir 3 bulan dirumahkan akibat dampak Covid-19.

Namun sayangnya, jeritan hati para pekerja Mal ini, justru semakin tidak mendapat solusi hingga menjadi putus asa dan marah dengan jawaban Kepala Sat Pol PP Kota Manado seperti dilansir Manadopost.id Selasa (9/6/2020).

Pemerintah Kota Manado, melalui Kasat SatPol-PP Yohanis Waworuntu mengatakan, mall di Manado dibuka kalau masa darurat Covid-19 selesai.

“Jika Presiden sudah mencabut masa darurat Covid-19 baru mall dibuka di Manado,” sebutnya saat diwawancarai Manado Post, Jumat (5/6/2020) pekan lalu.

“Kalau sudah ada daerah yang membuka mall, itu karena tiap daerah memiliki karekteristik berbeda-beda. Kemungkinan mereka sudah disiplin dalam protokoler kesehatan, yaitu wajib menggunakan masker, social distancing, physical distancing dan rajin cuci tangan,” ujarnya.

Menurut dia, Manado tidak bisa ikut seperti daerah lain. Karena tren kasus Covid-19 lagi sementara naik. “Sedangkan belum buka mall kasusnya naik, apalagi dibuka. Jadi kita lebih baik mencegah dari pada mengobati,” pungkas Woworuntu dikutip Manadopost.id

Baca Juga:  Dinas Pertanian Bolmong Terus Lakukan Penyaluran Bantuan ke Petani

Atas pernyataan terkesan ‘Asal Bunyi” itu, membuat para nitizen yang mayoritas karyawan Mal di kota Manado angkat bicara.

Egy Mokodompit salah satunya dalam postingan group Whatsapp “Selamatkan Pekerja Mal” menuliskan;

“Jika harus menunggu presiden mencabut bencana Corona, mengapa presiden malah menghadiri dan mengecek pembukaan kembali mall sumerecon Bekasi? Jika mall sudah menerapkan protokol yang sesuai dengan pemerintah pusat (perintah dari presiden ) pasti tenant” yang berada di dalam akan mengikuti protokol yang ada. Logikanya, tidak ada yang ingin terkena virus, tapi jika hanya menunggu, apakah uang akan jatuh dari langit? Tidakkan?! Artinya disinilah peran pemerintah. Dalam membantu dan bersikap adil untuk segala rakyatnya. Jika hanya di rumah, menunggu bantuan dari pemerintah. Tidak mungkin, kami juga rakyat ingin mandiri, tidak harus menunggu bantuan.”tulis Egy.

Secara terpisah GM Manado Town Square( Mantos) ketika dikonfirmasi Yono menegaskan siap memenuhi syarat yang disampaikan oleh pemerintah Kota Manado bahwa,

“Kalau sudah ada daerah yang membuka mall, itu karena tiap daerah memiliki karekteristik berbeda-beda. Kemungkinan mereka sudah disiplin dalam protokoler kesehatan, yaitu wajib menggunakan masker, social distancing, physical distancing dan rajin cuci tangan,”

Baca Juga:  Kapolresta Manado Pimpin Sertijab 4 Kapolsek

Menurut Yono, khusus Mantos kepatuhan dan kepedulian bahkan proteksi kepada karyawan dan pengunjung agar tidak tertular virus Corona telah dilakukan secara mandiri tanpa perintah atau anjuran pemerintah Kota Manado, jauh hari sebelum dianjurkan oleh pemerintah kota Manado.

“Pada saat kota Manado mulai marak virus Corona, manajemen langsung perintahkan stop sementara operasi, tanpa pikir kerugian secara finansial karena keputusan itu”kata Yono.

Sementara itu, soal kesiapan menerapkan protokol Kesehatan Covid-19, Yono menekankan seluruh tenant di Mantos sejak awal hingga saat telah menyatakan siap dan patuh..

Yono menambahkan hingga saat ini pihaknya sangat siap mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan gerakan Stop ” Belanja Sehat” dengan melaksanakan tiga hal penting yaitu ;

1.SKRINING KESEHATAN, yakni akan melakukan pengukuran Suhu tubuh seluruh pengunjung dan Karyawan.Apabila suhu lebih dari 37’C maka tidak akan diijinkan untuk masuk kedalam Mal;

2.MENYEDIAKAN PEMBERSIH TANGAN, yakni menyediakan pembersih tangan (Hand Sanitezer) diarea tertentu dalam Mal.Biasakan menggunakan Hand Sanitezer sebelum memegang wajah;

Baca Juga:  Ajang Got Talent Dies Natalis ke-60 Faked Unsrat Spektakuler

3.PEMBERSIHAN SECARA BERKALA, yakni melakukan pembersihan berkala diseluruh fasilitas-fasilitas mal,seperti Toilet Handrail Escalator,Travolator, Rilling kaca dengan cairan Disinfektan/antiseptik.

“Yang pasti manajemen akan memenuhi seluruh syarat teknis terkait penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 sesuai standar yang berlaku secara nasional bagi pengelola Mal yang beroperasi.”tandas Yono sambil menambahkan harapan untuk mendapat izin beroperasi ini seluruhnya atas kepentingan hidup 5 ribuan pekerja dan kelangsungan bisnis 300 mitra Tenant dengan komitmen akan memberikan pengurangan biaya sewa hingga 90 % bagi tenant umum dan gratis sewa bagi mitra tenant restoran.(nando)