Gubernur Olly Genjot Komoditi Kelapa

SULUT, Manadonews.co.id-.Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menjadi pembicara utama pada webinar nasional “Kelapa untuk Kesehatan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia di masa Pandemi Covid-19″ di Desa Kolongan, Kabupaten Minahasa Utara, Rabu (10/6/2020).

Pada kesempatan itu, Gubernur Olly mengatakan bahwa pandemi covid-19 tidak mengurangi semangat semua pihak dalam pengembangan kelapa untuk kesehatan dan pembangunan ekonomi.

“Saya kira walaupun dalam situasi covid-19 kita tapi semangat untuk bekerja bersama sama membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia lebih khususnya masyarakat Sulut. Jadi kita betul-betul harus mendorong agar supaya bukan sekadar lambang pohon kelapa tapi pohon kelapa yang mensejahterakan rakyat Sulut,” kata Olly.

Olly juga menyampaikan hasil kunjungannya ke pabrik pengolahan minyak kelapa di Bitung sekaligus menjual kopra pada Selasa pekan ini. Menurutnya, pandemi covid-19 ternyata tidak menghentikan operasional pabrik namun sebaliknya ekspor tetap berjalan lancar.

“Kemarin secara langsung memang saya ke pabrik pengolahan minyak kelapa di Bitung dan saya juga mengecek langsung. Saya pikir dengan adanya covid-19 ini pabrik mengurangi produksinya tapi ternyata puji syukur karena seluruh produk dari pabrik milik Wilmar Group berjalan dengan baik tidak ada PHK, ekspor berjalan terus sehingga harganya juga kalau saya sebagai petani ada untung,” ungkap Olly.

Baca Juga:  Peringati Hari Bhayangkara ke-74, Gubernur Olly Ikut Lomba Menembak 

“Nah tentunya ini juga bagi kita semua dalam rangka meningkatkan ekonomi . Potensi produk kelapa kita kedepan ini sangat menjanjikan. Memang kalau di Sulut orang selalu berteriak petani kopra padahal target kita bukan cuma petani kopra kita harus menjadi petani kelapa sehingga manfaat produk dari kelapa ini sudah bisa kita rasakan secara langsung , dengan banyaknya turunan produk dari kelapa ini saya kira akan menyebabkan nilai tambah yang sangat besar,” lanjutnya.

Olly memuturkan bahwa Pemprov Sulut saat ini sedang berupaya mendorong percepatan industri pengolahan kelapa yang ada di Sulut dan mengatasi kendala transportasi dan akomodasi di industri kelapa.

“Nah mudah-mudahan dengan Provinsi Sulut ini ditunjuk sebagai superhub di wilayah timur manfaatnya akan banyak. Saya sudah menyampaikan surat juga dan langsung kepada Menko Perekonomian bahwa potensi super hub Sulut ini kalau kebijakan regulasi diberikan full saya kira manfaatnya akan banyak, nah disinilah posisi para petani kelapa yang akan mendapatkan nilai tambah yang banyak karena kita kalau mengekspor tidak turun lagi kebawah dari Provinsi Sulut langsung naik keatas ke daerah-daerah pemasaran,” paparnya.

Baca Juga:  Pemkab Bolmong Gelar Sosialisasi Penanganan Konflik Sosial

“Saya kira industri pengolahan kelapa pabrik di Provinsi Sulut ini sudah ada yang berminat kalau jalur hubungan langsung pelabuhan Bitung ini sudah bisa terbuka secara langsung karena industri kelapa ada manfaatnya tadi karena industri kelapa ini akan berproses secara langsung dari air kelapanya, dari dagingnya dari tempurungnya dan ini satu paket, nah ini semua produknya diekspor langsung ke Amerika semua kita terkendala kemarin mereka masuk ke Sulut karena setelah dicek Pelabuhan Bitung belum bisa secara langsung melakukan ekspor. Baru dua bulan lalu Menteri Perdagangan membuka pintu ini tetapi menteri perhubungan masih mengunci dengan jalur kapal. Nah mudah-mudahan dengan superhub ini yang bisa kita lakukan tentunya ini bisa berjalan dengan baik,” sambungnya.

Disamping itu, Gubernur Olly juga mengajak Unsrat terlibat dalam peningkatan kualitas kopra di Sulut sehingga dapat menghasilkan kopra berkadar air rendah untuk meningkatkan harga kopra yang dibeli pabrik.

“Saya kira perlu keterlibatan dari Unsrat dan tentunya Pemerintah Provinsi dalam merancang prototipe tampa fufu orang bilang, supaya pada saat pembakaran pengasapan kelapa untuk dijadikan kopra betul-betul dia bisa matang dari bawah sampai atas dan biaya produksinya jadi lebih murah. Nah hal-hal seperti ini harus kita kaji sehingga walaupun kopranya harga per kilo Rp 7 ribu tapi kalau kita bisa tekan biaya produksinya saya kira masyarakat akan mendapatkan nilai tambah yang banyak. saya kira hal-hal inilah yang perlu kita dorong dan perlu dukungan,” ucap Olly.

Baca Juga:  Bolmong serahkan Aset ke Bolsel

Adapun webinar turut dihadiri Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Deputi Penguatan Inovasi Kemenristek, Rektor Unsrat Ellen Kumaat dan Direktur Eksekutif ICC Selvina Allow.
(***/stvn)