Kisah Pertobatan Anak Gamers, Serta Pesannya Buat Anak Muda Pecandu Free Fire di Bolmong

BOLMONG,MANADONEWS.CO.ID,-Saat ini gadget tergolong muda didapatkan oleh siapa saja termasuk mulai dari usia anak-anak, remaja, pemuda bahkan sebagian orang tua.

Ketertarikan orang pada gadget atau gawai pun karena hal yang beragam, mulai dari untuk urusan bisnis pendidikan sosial media, hiburan dan game.

Dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan, game online semakin di gemari anak muda. Tidak hanya bagi kalangan atas, namun juga kalangan ekonomi di bawah. Dari perkotaan hingga pelosok desa.

Bagi mereka yang memilki Smartphone, Game Online bukan lagi sekedar menjadi pengisi waktu, hiburan, dan mencari kesenangan. Tapi, untuk sebagian orang ini telah menjadi rutinitas bahkan pekerjaan.

Sebelumnya ada beberapa Game Online yang sempat menjadi kegemaran anak muda khususnya di Sulawesi Utara. Misalnya Clash of clan (COC), Mobile Legend Bang-Bang (MLBB).

Namun sejak tahun 2018 game online itu mulai terlupakan. Beberapa anak muda mulai beralih pada satu Game Online yang hingga saat ini banyak jadi pilihan para gamers (sebutan untuk mereka yang hobi bermain game).

Baca Juga:  Tahanan Polsek Maesa Menikahi Kekasih Yang Dihamilinya Karena Turuti Nasehat Kapolsek

Free Fire Battleground yang digarap 111 dots Studio, diterbitkan oleh Garena yang dirilis pada 2 November 2017 lalu kini menjadi pilihan untuk anak muda.

Game Survival Shooter yang tersedia untuk perangkat Mobile iOS dan android ini sebelumnya pada 14 Januari 2018 menjadi Mobile Game nomor 1 di 22 Negara dan menjadi Top 5 Mobile Game lebih dari 55 Negara dengan total puluhan juta unduhan.

Game tersebut merupakan game perang yang dapat di mainkan solo, duo, dan squad yang batas maksimalnya dimainkan empat orang.

Kunci dari permainan ini adalah bertahan hidup dan di haruskan membunuh musuh yang ada dengan jumlahnya mencapai 50 orang. untuk itu para pemain diharuskan memiliki senjata dan peralatan perang lainnya untuk mendapatkan kemenangan (Booyah).

Namun apakah dampak yang di bawah oleh game Free Fire ini? letak pertanyaannya mungkin berada di sini.

Ralvi Sangkaeng, adalah salah satu dari anak muda pecandu game online. Ia pertama kali bermain game free fire itu mulai pada tahun 2019.

Baca Juga:  Ribuan Masyarakat Gemeh Padati Kampanye Terbatas WT-HP


Ralfi banyak menghabiskan waktunya dengan bermain Free Fire. Ia bahkan tidak perduli lagi dengan ibadah.

Ralfi mengaku, selama bermain Free Fire ia sudah lupa Tuhan. ” Kita salalu ja bermain itu game sampe kita so nda ja maso ibadah. Kita juga sempat terjun di dunia hitam” kata Ralfi.

Ralvi mengungkapkan memang sebelum bertobat sungguh-sungguh kepada Tuhan hidupnya sangat hancur. Apalagi ia merupakan seorang anak yang broken home.

“Kita sering bekeng Tuhan saki hati, nyanda ja pi ibadah cuma jabermain game terus. Sampe solupa makan, so nda jatidor pernah sampe tiga hari. Karena sotagila-gila deng itu game,” tuturnya.

Sampai suatu ketika ia bermimpi. dalam mimpinya ia melihat cahaya putih bersinar terang berkilauan. Ia pun mendengar suara yang mengatakan Aku mengasihimu.

Mendengar kata-kata itu Ralfi pun langsung menangis. Ia tersadar ternyata ada suatu pribadi yang sangat mengasihinya. Ralvi Percaya suara itu merupakan suara Tuhan, karena Ralvi begitu yakin bahwa Tuhan Yesus sangat mengasihinya.

Baca Juga:  Bupati Kamaru Ajak Warga Bolsel Maknai Harkitnas

Sehingga disaat ia terbangun ia pun langsung memutuskan untuk bertobat kepada Tuhan dengan sungguh sungguh.

Ia sekarang mulai rajin keibadah dan mengikuti pelayanan penginjilan Kawanua bersama rekan-rekanya yang tergabung dalam tim new life generation.

Ia memilih secepatnya untuk berubah sebelum waktunya terlambat. “Hidup ini adalah kesempatan, kita tidak tau apa yang akan terjadi besok untuk itu lebih cepat mengambil keputusan untuk bertobat sungguh-sungguh sebelum terlambat,” ungkapnya.

Pemuda asal Modoinding ini pun mengajak kepada anak-anak muda yang ada di Bolaang Mongondow yang sudah menjadi pecandu game, sebaiknya untuk segera meninggalkan game Free Fire apalagi game Free Fire.

“Lebe Bae cepat-cepat lepas Jo itu game online, karena game itu ja beking torang pe pikiran kacau, deng lupa ibadah,” pesan Ralvi. (David Olad)

Tags: