Ahli Waris Resmi Ajukan Permohonan Eksekusi atas Sebidang Tanah 20 Hektar di Desa Busisingo Utara Bolmut

Manado – Pihak Hellen Grace Waworuntu dan Selvi Makalunsenge secara resmi telah memasukkan permohonan eksekusi pada Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu.

Hal tersebut diakui kuasa hukum ahli waris, Eldy Satria Noerdin, kepada wartawan Manadonews.co.id, Rabu (15/7/2020).

“Kami dipercayakan ahli waris mengajukan permohonan eksekusi atas putusan Pengadilan Negeri Kotamobagu sudah berkekuatan hukum tetap tertanggal 18 Nopember 2002. Permohonan eksekusi sudah dimasukan kemarin,” jelas Eldy Satria Noerdin via komunikasi handphone.

Permohonan eksekusi, menurut Eldy Noerdin, adalah atas sebidang tanah seluas kurang lebih 209.125 M2 terletak di Desa Busisingo, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow (setelah pemekaran Kabupaten Bolaang Mongondow berubah menjadi Desa Busisingo Utara, Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara), berdasarkan Putusan No.38/PDT.G/2002/PN.KTG.

“Setelah menerima permohonan eksekusi kami langsung follow up ke pengadilan,” ujar Eldy Noerdin.

Diketahui, seperti yang tertulis dalam surat putusan bahwa tanah tersebut bersertifikat HGU Nomor I / Busisingo, dengan Surat Ukur nomor 887/1989 tanggal 7 Agustus 1989.

Putusan Pengadilan Negeri Kotamobagu tersebut telah mempunyai kekuatan hukum tetap (Inkrah) pada tanggal 18 Nopember 2002, karena Para Pihak dalam tenggang waktu yang telah diberikan tidak menggunakan haknya.

Baca Juga:  Bupati Depri Minta Pemberdayaan Perempuan Terus Dioptimalkan

Putusan dikeluarkan di Kotamobagu, 18 Nopember 2002, tertanda Panitera, Sekretaris, Jenny Dotulong, SH, NIP 040039262.

Turunan resmi Pengadilan Negeri Kotamobagu, diberikan kepada penggugat untuk dan atas permintaan sendiri.

Surat putusan dikeluarkan di Kotamobagu, 17 Desember 2002, ditandatangani Panitera, Sekretaris, Jenny Dotulong, SH, NIP 040039262.

Karena rentang waktu putusan sudah cukup lama maka pihak ahli waris mendatangi PN Kotamobagu pada 6 Juli 2020 untuk mendapatkan penegasan kembali atas putusan tertanggal 18 Nopember 2002.

Pihak PN Kotamobagu merespons mengeluarkan surat bahwa putusan sudah berkekuatan hukum tetap pada tanggal 18 Nopember 2002, tertanda Panitera Wiestje Siltje Sambow, SH, NIP 19620918 198203 2 002.

Salinan Putusan tersebut diberikan kepada dan atas permintaan Penggugat (SELFIE MAKALUNSENGE), berdasarkan surat permohonan tanggal 6 Juli 2020, ditandatangani Panitera Pengadilan Negeri Kotamobagu, Wiestje Siltje Sambow, SH, NIP 19620918 198203 2 002, pada tanggal 6 Juli 2020.

Menurut konfirmasi pihak Selvi Makalunsenge ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kanwil Sulawesi Utara, setelah berakhir HGU tanah tersebut dapat ditingkatkan menjadi Hak Milik karena warisan orang tua dan sudah berkekuatan hukum tetap (Inkrah) dari Pengadilan Negeri Kotamobagu.

Baca Juga:  Menangkan WT-HP, DPC PDIP Talaud Konsolidasi Hingga Pengurus Ranting

(MaikelYerry)