Max Lomban Bangga Inovasi Petani Millennial

Bitung, Manadonews.co.id – Walikota Bitung, Maximiliaan Jonas Lomban, memotivasi para Petani Millennial agar terus berinovasi dan berproduksi guna mengembangkan komoditas unggulan pertanian demi peningkatan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Walikota Lomban saat memenuhi undangan Petani Millennial Bitung melakukan penanaman dan panen hasil pertanian di kebun ‘Dika Farm’ Kelurahan Kumersot, Kecamatan Ranowulu, Jumat (17/07/2020).

Walikota Max Lomban juga sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan para Petani Milenial Kota Bitung yang terus berkolaborasi bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan memotivasi masyarakat, khususnya para milenial untuk menjadi petani handal.

“Saya sekarang ini lagi berada di perkebunan ‘Dika Farm’ yang dikelola saudara Andika Somba. Dia ini merupakan Petani Milenial yang sukses bertani di lokasi ini. Ada jenis tanaman talas dan tanaman rempah-rempah, bahkan ada lahan yang baru dibuka untuk mulai ditanami tanaman komoditas unggulan seperti kacang brenebon Israel,” ujar Walikota Lomban saat berada di lokasi lahan perkebunan.

Walikota Lomban merasa bangga dengan berbagai inovasi dan terobosan para Petani Milenial, sekalipun berada di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Check Point Covid-19 Masuk Kota Bitung Resmi Dihentikan, Gugus Tugas akan Fokus Lakukan Ini

“Ini adalah panen yang kesekian kalinya saya lakukan bersama para Petani Milenial, sejak dicanangkan. Kita sangat bersyukur, dianugerahi Tuhan, tanah yang subur dan lahan yang luas, sehingga kita harus memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di tengah situasi pandemi ini,” tandas Lomban.

“Saya mengajak kepada para Petani Milenial yang lain, Ayo kita berinovasi dan berproduksi sambil memanfaatkan lahan yang ada, karena dengan cara ini, kita akan meningkatkan perekonomian keluarga kita sendiri,” ajak Walikota Lomban.

Walikota Lomban berharap para Petani Milenial Kota Bitung tidak hanya menanam, akan tetapi juga bisa mengolah sendiri seluruh hasil pertaniannya untuk dijadikan produk unggulan Kota Bitung, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Sementara, Ketua Petani Milenial Kota Bitung Hendri Somba mengapresiasi kehadiran Walikota Lomban sekalipun sibuk, tapi bisa hadir pada kegiatan penanaman dan panen hasil pertanian serta peluncuran program Kebun Segar Petani Milenial Berbasis Komoditas Unggulan.

Dalam perbincangan hangat dengan Walikota Lomban, Hendri Somba memaparkan berbagai inovasi dan terobosan para Petani Milenial Kota Bitung dalam memanfaatkan komoditas unggulan, penjajakan strategi pemasaran untuk hasil produksi berbasis teknologi digital, pengelolaan industri hilir bagi komoditas unggulan yang bermutu hingga mencapai visi ke depan; menjadikan para Petani Milenial sebagai pengusaha muda di bidang pertanian.

Baca Juga:  Tokoh Agama di Bitung Terima Dana Insentif

“Saat ini kita lagi memacu teman-teman Petani Milenial untuk membudidaya tanaman komoditas unggulan, diantara tanaman lain yang ada, seperti Talas, Kacang Tanah, Bawang Merah, Jahe Merah, Kunyit, Kemangi,” ujar Somba.

Dijelaskan, untuk komoditas Talas, misalnya memiliki market yang bagus di Papua. Di tingkat pengepul saja, satu karung ukuran 50 Kg, komoditi Talas diganjar seharga Rp 100 ribu, bahkan harga saat ini tidak turun dari Rp 200 ribu per karung.

“Di Papua, industri rumah tangga keripik keladi, bahan bakunya banyak didatangkan dari Sulut, salah satunya Talas,” ucapnya.

Padahal, bila para Petani Milenial bisa memiliki akses ke industri hilir dan bisa memasarkan hasil komoditasnya, marginnya tentu lebih banyak dinikmati petani.

Di juga menyebut sejumlah komoditas unggulan yang dibudidaya para Petani Milenial seperti Bawang Merah di Kelurahan Duasudara, Kacang Tanah di Kelurahan Batuputih, Jahe Merah, Kunyit dan Kemangi di Kelurahan Tendeki berpeluang besar menggenjot ekonomi keluarga petani.

“Komoditas ini bila kita dorong ke industri hilir dan dipasarkan di beberapa pasar, baik dalam daerah maupun luar daerah atau restoran dan resort, justru akan berdampak besar pada peningkatan ekonomi petani kita,” kata Somba.

Baca Juga:  Momentum Hari Kasih Sayang, PMI Kota Bitung Gelar Donor Darah

Guna memperoleh market luas bagi komoditas pertanian mereka, Somba dan para Petani Milenial Kota Bitung membuat strategi pemasaran berbasis digital yaitu platform website www//Kebunsegar.com dan Aplikasi Android.

Pemasaran hasil pertanian berbasis digital inipun berisi beragam hasil komoditas pertanian dari para milenial, profil para Petani Milenial dan display produk komoditas serta nomor WA yang bisa dikontak calon buyers. Komoditas yang dipasarkan baik dalam bentuk tonase (banyak) pun jumlah terbatas seperti dalam bentuk ritel atau konsumsi rumah tangga atau rumah makan dan resort.

Diapun berharap, setelah mahir membudidaya dan memproduksi komoditas unggulan dan memiliki serta memanfaatkan teknologi industri hilir, pada tahun 2022 mendatang, para Petani Milenial Kota Bitung sudah menjadi pengusaha muda yang sukses bidang pertanian.

(Tim/YerryPalohoon)

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
463 votes

This will close in 10 seconds