Bupati Minahasa Apresiasi Alumni Smanto 170-1 Peduli Tondano

MANADO,Manadonews.co.id-.Rapat virtual antara Alumni Smanto 170.1 dengan anggota WAG Tondano Kinatoaunku yang berlangsung semalam terungkap, PIC yang ditunjuk untuk pembentukan Koperasi yang akan menangani sawah-sawah di Tondano yang saat ini terlantar serta PIC Lomba Menanam Tanaman di halaman rumah telah menghadap Bupati Minahasa untuk melaporkan kegiatan ini.

Dari PIC diwakili mantan Bupati Minahasa Stevanus Freeke Runtu, Dekan Unima Dr. Anetha Lyta Flora Tilaar, M.Si, Deithy Hermanus Worek, Recky Montong dan anggota DPD RI, Stefanus Liow/ Bupati Minahasa Royke Octavian Roring didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Minahasa Dr Denny Mangala MSi menyambut gembira insiatif ini dan berjanji akan mendukung penuh dan memberikan arahan agar yang menjadi anggota koperasi adalah seluruh pemilik sawah, diharapkan ada database petani pemilik. Disarankan agar Koperasi berbentuk Koperasi Serba Usaha.

Selanjutnya untuk program memperindah Kota Tondano dengan penanaman pohon hias tabebuya diserahkan kepada Dr. Denny Mangala Msi. Selanjutnya dilaporkan oleh salah satu PIC, Deithy Hermanus Worek, untuk program memperindah Tondano dgn pembelian bunga tabebuya, Sekda Minahasa menyatakan akan ikut membeli 300 pohon hias. Dengan demikian jika rencana dari Alumni Smanto 170.1 akan menyumbang 500 pohon hias tabebuya maka pada tahap pertama akan langsung ditanam 800 pohon hias. Pohon hias tabebuya rencananya akan ditanam di jalur Kasuang-Tataran; Koya-Roong; Leleko-Tonsaru; Kiniar-Touliang Oki; Liningaan-Papakelan; Suluan-Sasaran; Tanggari-Tonsealama. Selain untuk memperindah kota Tondano dengan tanaman hias, dianjurkan juga ada penanaman pohon seho, tanaman serbaguna kebanggaan Tou Minahasa.

Baca Juga:  BPBD Bolmong Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas TRC-PB

 Hal ini disampaikan Dr. Ismail Maskromo dari Balai Penelitian Tanaman Palma di Mapanget. Salah satu peserta rapat Mareyke Tairas mengingatkan agar jangan dilupakan soal perawatan terutama menyangkut kebersihan setelah bunganya gugur. Joice Anshory menekankan agar peduli keindahan Tondano itu berkelanjutan dan tidak hanya tanam bunga saja, tapi ada usaha yang lain, misalnya kuliner (di lokasi kebon sawah); cari lokasi degan bangun kios yg lebih bagus, menggantikan kios yang penampilannya jelek dan dibuat khas Minahasa tampilannya.

“Semoga dua program yang direncanakan, jangka pendek, Mari Menanam Bunga di halaman rumah atau dalam bahasa Tondano Meimou Tumanem Wungang Waki Kalasan. Selanjutnya program kedua adalah program jangka panjang untuk membentuk Koperasi yang salah satu tujuan utama untuk memberdayakan sawah-sawah di sekeliling Tondano terutama di daerah Boulevard Tondano dan di sisi jalan dari Kiniar menuju Touliang Oki, dari Katinggolan menuju Papakelan agar tidak terbiar seperti saat ini segera terwujud,” ujar
Bert Polii salah satu alumnus.

Baca Juga:  Kakorlantas Polri Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas Melalui Safety Riding di Minahasa

Ketua Alumni Smanto 170.1 Irjen Pol. Carlo Tewu ditengah kesibukannya sempat menyapa peserta rapat dan mengingatkan, Alumni Smanto 170.1 hanya sebagai inisiator sehingga siapapun yang peduli Tondano bisa ikut kegiatan ini.
(Ben)

Tags:

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
390 votes

This will close in 10 seconds