Terungkap, Cemburu Jadi Motif Buang Habisi Perempuan Selingkuhannya

TONDANO, MANADONEWS.CO.ID – Satuan Reksrim Polres Minahasa menggelar Konferensi Pers terkait dugaan pembunhan terhadap perempuan Jeiby Mandang (42), warga Liningaan, Kecamatan Tondano Timur pada 3 Juni 2020 lalu.

Penyidik Polres Minahasa berhasil mengungkap motif pembunuhan yang dilakukan Lelaki NM alias Buang (42), yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada 28 Juli 2020 lalu.

Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK melalui Kasubbag Humas AKP Ferdy Pelengkahu mengatakan motif pembunuhan rersebut dilatarbelakangi asmara.

“Tersangka merasa cemburu setelah mengetahui korban telah mempunyai hubungan dengan lelaki lain melalui pesan Whatsapp. Kemudian keduanya saling cekcok dan terjadi penganiayaan yang berujung kematian,” kata Pelengkahu dalam konferensi pers, Jumat (07/08/2020).

Pelengkahu menjelaskan korban ditemukan beberapa saksi tergeletak dengan posisi terlentang di jalan raya Kelurahan Wewelen, Kecamatan Tondano Barat pada Rabu (03/06/2020) sekitar pukul 23.00 Wita.

“Korban sempat dilarikan ke RSUD Sam Ratulangi Tondano untuk mendapatkan perawatan. Namun keesokan harinya korban dinyatakan meninggal dunia karena mengalami luka dan cedera berat pada bagian kepala,” ungkapnya.

Baca Juga:  Saksi Sebut Marlyn Punya Riwayat Epilepsi

Berdasarkan kronologis kejadian, Rabu 3 Juni 2020 sekitar pukul 20.00 Wita, tersangka dengan menggunakan sepeda motor pergi ke studio di samping Bank BRI Cabang Tondano bertemu dengan beberapa saksi dan korban.

“Di sana mereka berbincang-bincang dan sempat tersangka meninggalkan tempat tersebut. Kemudian sekitar pukul 22.00 Wita, tersangka memarkirkan sepeda motornya di dekat tugu Monas Tondano dengan maksud menjemput korban yang hendak pulang. Setelah keluar, tersangka membonceng korban,” lanjut Pelengkahu.

Saat berada di belakang Gereja Sentrum Tondano, tersangka memutarkan sepeda motornya dan menuju ke salah satu pondok yang berada di jalan Togela. Saat di pondok, tersangka bersama korban sempat duduk dan berbincang bincang sekitar kurang lebih 10 sampai 15 menit, kemudian melanjutkan perjalanan.

“Saat berada di jalan raya Kelurahan Tonsaru, tersangka menerima telepon dari istrinya dan menyuruh untuk pulang. Saat berada di jalan baru Kelurahan Wewelen ada saksi mendengar suara teriakan meminta tolong. Namun tidak lama kemudian suara tersebut terhenti di depan salah satu rumah saksi selanjutnya. Beberapa saksi pun keluar dan melihat korban yang sudah tergelatak di jalan. Kemudian mencoba membantu korban dengan cara meminggirkan korban dari jalan. Saksi pun melihat ada sepeda motor dari arah barak Polres Minahasa melintas di tempat kejadian. Bahkan pengendara tersebut beberapa kali melintas dan berhenti di dekat korban,” paparnya.

Baca Juga:  SKPD Manado Diminta Maksimalkan Program CFD

Saat itulah korban, imbuh Pelengkahu, menunjuk pengendara tersebut dengan tangan namun tanpa bersuara. Melihat korban menunjukkan tangan kepadanya, pengendara tersebut langsung pergi.

Kemudian pada 9 Juni 2020, suami korban merasa ada sesuatu yang janggal atas kematian isterinya, dan melaporkan ke Polres Minahasa. Berdasarkan laporan tersebut, penyidik melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Hasilnya, penyidik telah mengantongi beberapa alat bukti berupa baju dan jaket saat dipakai korban. Kemudian jaket dan kendaraan bermotor milik tersangka. Selai itu penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 37 saksi. Dari seluruh keterangan saksi, tersangkanya mengarah ke lelaki NM alias Buang.

“Selain saksi, penyidik juga sudah meminta keterangan dari beberapa ahli dari RSUP Prof Kandou. Dari keterangan ahli bahwa korban diduga di bunuh bukan lakalantas,” terang Pelengkahu.

Yunita Rotikan

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
1042 votes

This will close in 10 seconds