Calon Pelaku Politik Uang Pasti Kecewa, Hasil Survei: Masyarakat Senang, tapi..

Manado – Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Alfitra Salamm, memperkirakan praktik politik uang di masa kampanye Pilkada 2020 akan meningkat.

Penyebabnya, menurut Alfitra Salam, pandemi Covid-19 banyak banyak masyarakat menjadi miskin.

“Pengangguran bertambah, kalaupun masih bekerja biasanya gaji dipangkas terutama pada sektor swasta,” tutur Alfitra Salamm pada media gathering ‘Netralitas Penyelenggara Pemilu dalam Pilkada 2020 di Provinsi Sulawesi Utara’ yang dilaksanakan Bawaslu Sulut di Best Western Hotel The Lagoon, Sabtu (5/9/2020) lalu.

Alfitra mengungkapkan, hasil kajian pemilih di luar Sumatera sebagian besar suka jika calon atau pasangan calon (Paslon) melakukan politik uang.

“Yang menggembirakan sesuai hasil survei, hanya 30 persen masyarakat yang menerima uang memilih kepada si pemberi uang,” tukas Alfitra.

Alasan tidak memilih, diungkapkan Alfitra Salamm, mereka menilai bahwa pemberian uang adalah rezeki yang tidak bisa ditolak.

“Alasan lainnya dianggap sebagai pengganti transportasi dan pengganti libur kerja. Alasan terakhir, karena mereka memang butuh uang,” pungkas Alfitra Salamm yang juga Ketua Umum Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI).

Baca Juga:  Media Gathering Bawaslu Sulut: Anggota DKPP Alfitra Salamm Ungkap Fenomena Menarik Pemilu Korsel bisa Dicontohi Indonesia

Media gathering yang dibuka Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda, juga menghadirkan narasumber Dosen Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Dr. Ferry Daud Liando, dan puluhan perwakilan media. (YerryPalohoon)

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
325 votes

This will close in 10 seconds