RSUP Kandou tak Berorientasi Mengcovidkan Pasien

MANADO,Manadonews.co.id-Terkait beredar video yang viral di medsos bahwa Pasien RSUP Kandou yang meninggal sengaja di Covidkan, dijelaskan Direktur RSUP Kandou Manado  Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD, yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan dr Hanry Takasenseran, saat mengelar konprensi pers pada Selasa (27/10/2020).

Menurut dr Handry, pasien baru masuk di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Prof Kandou ditangani sesuai prosedur triase untuk menentukan penanganan dengan layanan Covid-19 atau non Covid-19. Berlaku untuk pasien baru atau rujukan dari rumah sakit lain.

Dokter pemeriksa akan melakukan mendiagnosa untuk melihat indikasi penyakit yang diderita pasien tersebut, seperti pemeriksaan rontgen paru maupun pengambilan sampel darah.

“Untuk penetapan diagnosa penyakit mutlak ada pada dokter pemeriksa sesuai kompetensi. Manajemen RSUP Kandou tidak ikut campur dalam hal penetapan diagnosa pasien, termasuk apakah pasien tersebut dikategorikan Covid-19,Karena dokter yang bersangkutan yang akan mempertanggungjawabkannya secara moral kepada Tuhan, secara ilmiah atau akademik, maupun secara hukum,” ujar dr Handry.

Ia meyakinkan bahwa layanan RSUP Prof Kandou sama sekali tidak berorientasi untuk mengcovidkan  pasien. Apalagi pemeriksaan secara lengkap dilakukan oleh setiap dokter untuk mengetahui diagnosa penyakit.

Baca Juga:  Satpol-PP Sulut Bentuk QRU-ODSK, Call Center 117

“Meski demiikian jika seorang pasien menunjukkan indikasi untuk dikategorikan sebagai pasien Covid-19, maka dokter maupun perawat akan memberi edukasi kepada keluarga pasien terkait konsekuensi yang harus dihadapi karena akan dirawat di ruang isolasi,” jelasnya.

Apakah itu pasien terdiagnosa suspek Covid-19 atau probable Covid-19 sembari menunggu hasil swab test. Sebagaimana screening wajib di masa wabah atau pandemi saat ini.

Pihaknya menyadari tugas mengedukasi keluarga pasien tidak mudah dan harus menyesuaikan kondisi keluarga pasien bersangkutan.

Termasuk memberikan edukasi kepada keluarga ketika ada pasien yang meninggal dunia masih di IGD atau sebelum keluar hasil pemeriksaan swab.

Saat ini  RSUP Kandou terus mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah melalui Gugus Tugas maupun pihak kepolisian.

“Jika ada jenazah Covid-19 yang akan dimakamkan maka pemulasaran dilakukan sepenuhnya oleh tim RSUP Kandou di Ruang Pemulasaran Jenazah Irina F Isolasi dan akan diantar dengan ambulans khusus,” pungkas dr Handry.

(Ben)

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
5624 votes

This will close in 10 seconds