Jika Tersangka Korupsi Dandes tak Serahkan Diri, Kacabjari Dumoga Siap Ambil Langkah Tegas

SULUT,Manadonews.co.id-.Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Dumoga Evans Sinulingga mengultimatum tersangka AM  agar koperatif dan segera menyerahkan diri.

Evan Sinulingga menyatakan penyidik Cabjari Dumoga akan melakukan penangkapan jika tidak menyerahkan diri.

Mantan Kasi intel Kejari Kotamobagu ini tidak merinci kapan penangkapan ini akan dilakukan oleh pihaknya.

Dia hanya menegaskan penyidik akan segera melakukan tindakan ini dan meminta masyarakat jangan menghambat proses penyidikan dengan cara menghasut supaya melakukan sesuatu perbuatan yang dapat dihukum.

“Dalam kasus ini, ada 2 orang yang jadi tersangka diketahui Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu di Dumoga telah menetapkan  A.M dan S. M sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa tahun 2018 di Desa Iloheluma dalam   pengadaan mesin paras sebanyak 120 unit, tangki semprot sebanyak 120 unit dan mesin katingting sebanyak 7 unit di tahun anggaran 2018 dengan penghitungan kerugian Negara 321 juta rupiah. Tersangka bahkan telah mangkir 3 kali panggilan penyidik dan telah di tetapkan sebagai DPO sejak 9 Nopember 2020 oleh penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu di Dumoga,terang, ” Evans Sinulingga di Kantor Cabjari Dumoga, Rabu, 16 Desember 2020.

Baca Juga:  Kakak Beradik Aniya Anggota Polri NyarisTewas

Tak terima ditetapkan tersangka, AM melakukan permohonan Praperadilan di  Pengadilan Negeri Kotamobagu dengan kuasa hukum ROSIKO SH pada 21 Oktober 2020 dengan nomor Praperadilan: 9/PID.PRA/2020/PN.KTG.

Namun pada Selasa 17 November PN Kotamobagu melalui Hakim Tunggal Praperadilan menolak semua dalil yang sampaikan tersangka, sehingga penetapan  tersangka AM  dan penyidikan oleh penyidik Cabjari Dumoga sah menurut hukum.

Diketahui Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu di Dumoga,pada Selasa (15/12/ 2020)sekitar pukul 12.50 Wit saat akan melakukan pelaksanaan Penggeledahan dan penangkapan dirumah tersangka A.M bertempat di Dusun I Desa Iloheluma, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, mendapatkan perlawanan dari  masyarakat.

Perlawanan oleh masyarakat dengan melakukan kekerasan dan juga menggunakan senjata tajam (parang).
(*/stvn)