Status Zona Merah Covid-19, Bupati Minahasa Minta Jangan Lalai Terapkan 3M

TONDANO, MANADONEWS.CO.ID – Terhitung sejak tanggal 15 Desember 2020 kemarin, Kabupaten Minahasa kembali ditetapkan sebagai Zona merah penyebaran Covid-19.

Bahkan pelayanan di RSUD Sam Ratulangi ditutup sementara mengingat ada beberapa tenaga medis yang positif Covid-19.

Bupati Minahasa Dr. Ir. Royke Oktavian Roring, M.Si mengatakan, pelayanan di RSUD Sam Ratulangi tetap berjalan untuk Rawat jalan dan pelayanan pasien Covid-19.

“Penutupan sementara ini guna mencegah penyebaran bagi pasien yang bukan Covid” kata ROR dalam wawancara dengan wartawan usai pertemuan bersama di Lapangan tenis indoor, Sasaran, Tondano, Kamis (17/12) siang tadi.

Bupati juga menerangkan rencana pelaksanaan Swab.

Ia meminta seluruh kompenen daerah mensikapi wabah Covid-19 dengan mentaati protokol kesehatan.

“Sebab kunci untuk menghambat penyebarannya hanya satu, lakukan 3M, Mencuci tangan, Menjaga Jarak, Memakai Masker,” pintanya.

“Tadi malam saja ketambahan 26 kasus positif,” tuturnya

Bupati menilai penerapan protokol kesehatan jauh lebih sistimatis di rumah – rumah ibadah.

“Justru yang lalai di acara – acara suka atau di restran dan rumah makan,” tandasnya.

Baca Juga:  UNBK SMP Hari Pertama Walikota Manado Bertolak ke SMP N 12 di Pulau Bunaken

Penetapan zona merah untuk Kabupaten Minahasa menyusul lonjakan kasus sejak tanggal 9 Desember 2020.

Sebelumnya Satgas Covid-19 Minahasa, Kadis Kesehatan dr. Maya Rambitan dalam keterangan persnya menyebutkan pada tanggal 9 Desember terjadi 4 kasus positif.

Jumlah itu meningkat satu hari kemudian yakni pada tanggal 10 Desember dengan 21 kasus.

“Tanggal 11 Desember ada 18 kasus, 12 Desember 3 kasus dan 14 Des 18 kasus,” terangnya.

,Yunita Rotikan