Khotbah Feila Rawung: Perayaan Natal tidak sekedar Pernak-pernik

Tombulu, Manadonews.co.id – Yesus dilahirkan dalam keadaan penuh kesederhanaan. Juga terlihat dari sosok Maria yang penuh ketaatan sebagai seorang hamba.

Demikian khotbah Feila Gabriela Rawung, mahasiswa PPL Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), ketika memimpin ibadah Minggu (20/12/2020) pagi, di jemaat GMIM Alfa-Omega Rumengkor.

Pembacaan Alkitab, Lukas 1: 26-38 dengan judul “Pemberitaan tentang kelahiran Yesus”.

“Kitab Injil adalah kabar baik pembawa berita sukacita. Kitab Lukas ditulis oleh Lukas sendiri. Lukas seorang dokter adalah pengikut Paulus,” jelas Feila Rawung.

Di pembacaan Alkitab ini Lukas menekankan pada cakupan universal, tidak hanya untuk orang Yahudi tapi juga orang-orang di luar Yahudi.

“Malaikat Gabriel diutus Allah untuk menyampaikan kabar sukacita keselamatan,” tutur dia.

Maria menerima kasih karunia dengan ketaatan dan kerendahan hati. Sikap Maria inilah yang harus dimiliki semua orang percaya menyambut kedatangan Yesus Kristus.

“Sambutlah Yesus dengan kerendahan hati. Perayaan Natal tidak sekedar ibadah atau formalitas. Tidak sekedar menghias rumah dan gereja dengan pernak pernik Natal,” tukas Feila.

Baca Juga:  Amazing, Program Bedah Rumah di Bolmong Kembali Hadir Ditahun 2019

Natal adalah perayaan kehadiran Allah bagi orang-orang yang tidak diperhitungkan dalam masyarakat.

“Percaya bahwa kedatangan Tuhan bukan untuk menghukum tapi Dia datang membawa kasih keselamatan,” pungkas Feila Rawung.

Ibadah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yakni cuci tangan, pakai masker dan duduk jaga jarak.

Turut hadir Ketua BPMJ Pdt. Welly Pudihang, S.Th, Pdt. Veronica Sendow, S.Teol, Pdt. Hana Ireine Tamunu, S.Th, orientator Eunike Sumenge, S.Th, Pelsus dan jemaat Kolom 1 hingga 14.

(JerryPalohoon)