Terkait Postingan Seorang Pasien di Medsos, Pihak RSUP Kandou Beri Penjelasan

MANADO,Manadonews.co.id-Viralnya postingan salah satu pasien di media sosial terkait pelayanan RSUP Kandou yang dinilai tidak memuaskan,membuat Pihak RSUP  Kandou memberikan penjelasan.

Direktur Utama RSUP Kandou Dr.dr Jimmy Panelewen Sp-B. KBD, Melalui kepala bidang pelayanan medik dan keperawatan dr.Hanry A T P Takasenseran, Selaku jubir tim Covid 19 RSUP Kandou manado memberikan penjelasan terkait keluhan salah satu pasien yang menjalani perawatan di RSUP Kandou. Setiap Pasien yang masuk ke rumah sakit harus kita dekteksi apakah ada gejala dan keluhan yang mengarah ke covid 19 ini harus melalui proses screening.

“Perlu kami sampaikan bahwa pasien ini masuk RSUP Kandou, Kami melakukan pelayanan sesuai dengan prosedur yang ada. Bila dari hasil screening dicurigai Covid-19, pasien diarahkan menuju IGD atau rawat jalan khusus Covid-19. Sebaliknya, bila dari screening tidak dicurigai Covid-19, pasien diarahkan menuju triase IGD atau rawat jalan non-Covid-19 sesuai dengan kebutuhan pasien.
Triase IGD adalah proses penentuan atau seleksi pasien yang diprioritaskan untuk mendapat penanganan terlebih dahulu di ruang IGD rumah sakit,” jelas dr Handry.

Baca Juga:  Divisi Humas Polri Miliki Gedung Baru, Ini Harapan Kapolri

Sementara Rujukan pasien suspek atau konfirmasi Covid-19 tidak perlu dilakukan screening dan langsung diarahkan ke triase Covid-19. Rujukan pasien kasus non-Covid-19 yang dengan hasil pemeriksaan Covid-19 negatif atau yang belum dilakukan pemeriksaan Covid-19 tetap harus melewati proses screening,”jelasnya.

 dr Handry juga mengatakan bahwa yang paling pertama menginginkan Pandemi Covid-19 ini berakhir adalah pihak Kesehatan..

“Terus terang kami merasa tersiksa dengan adanya Pandemi ini, coba lihat saja petugas kesehatan yang harus menggunakan APD Lengkap, selama 3 sampai 4 jam. Jadi tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa Pihak RSUP Kandou mengcovidkan pasien yang bukan Covid.Jadi tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa Pihak RSUP Kandou mengcovidkan pasien yang bukan Covid,” Tuturnya.

dr Handry juga menyampaikan bahwa keluhan pasien yang sudah 4 hari berada di rumah sakit tapi tidak ada penanganan sekali lagi tidak benar.
 Seperti diketahui salah satu Pasien yang dirawat di ruang Isolasi Rsup Kandou keluar dari RSUP Kandou dengan paksa dan melempar kursi yang ada di ruangan isolasi.

Baca Juga:  Fadli Zon Katakan IKM Tumbuh Kembang Dari Bawah Bukan Atas

“kami selalu menjalankan tugas sesuai dengan prosedur, Ada pemeriksaan rontgen atau foto toraks dan tentu di isolasi juga telah dilakukan penanganan sesuai dengan kondisi Pasien,Pemasangan infus di rumah sakit bukan hanya karna tidak makan tapi ada banyak hal yang menjadi pertimbangan untuk pemasangan infus selain untuk menjaga kondisi pasien juga sebagai sarana pemberian obat untuk pasien isolasi sampai sudah ada hasil,karena Sesuai pedoman 5 Kementrian Kesehatan bahwa penetapan kriteria covid bisa dilakukan berdasarkan hasil klinis dari dokter melalui foto dan diagnosa awal,”katanya.

Sesuai protokol kesehatan maka pihak rumah sakit tetap mengisolasi pasien tersebut di RSUP Kandou. Terkait tudingan pasien yang menyebut pihak rumah sakit tidak memperhatikan pasien selama berada di ruang isolasi, dan mengatakan pihak rumah sakit memperdagangkan kamar untuk masyarakat awam atau pasien daerah, Handry mengaku tudingan itu tidaklah benar. Sebab, selama ini, pasien tersebut selalu ditangani sesuai protokol kesehatan.

“Kami pihak Rumah Sakit membantah tudingan dari Pasien tersebut,kami RSUP Kandou selalu melayani pasien dengan standart prosedur pelayanan kesehatan,kami tidak memperdagangkan kamar untuk keuntungan kami, pihak RS menempatkan pasien pasien sesuai kondisi pasien,”Pungkasnya.

Baca Juga:  Gubernur Olly Dondokambey: Keluarga Penentu Kualitas Bangsa

(Ben)

Tags: