Diagnosa dan Tata Laksana Covid-19 di Bahas Dalam Seminar Yang di Gelar RSUP Kandou

MANADO,Manadonews.co.id-RSUP Kandou menyelenggarakan seminar secara virtual Live Streaming Youtobe dengan topik Diagnosa dan Tata Laksana Covid 19 di Rumah Sakit, Jumat (08/1/2021).

Seminar ini di buka oleh Direktur Utama Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD,yang juga sebagai ketua PERSI Sulut. Dalam sambutannya Dirut memberikan apresiasi atas terlaksananya Seminar ini, Kersajama RSUP Kandou,PERSI dan IDI yang di fasilitasi oleh Sikumpro RSUP Kandou
Jumat (08/1/2021).

 “Saya memberikan apresiasi Kepada teman-teman yang telah melaksanakan seminar daring ini Yang bisa di ikuti sementara 875 peserta, Angka yg cukup fantastis”,ujar Dirut.

Menurut Dirut seminar ini dilakukan karena ada beberapa pertimbangan yang di pikirkan yang pertama adalah mulai terjadi peningkatan covid 19 baik di indonesia maupun di Sulawesi Utara (Sulut) sehingga mempengaruhi persediaan tempat tidur di Rumah-Rumah Sakit.

 “Di Rumah Sakit Kandou setelah kita menambah kapasitas tempat tidur untuk pelayanan Pasien covid 19 sejumlah 263 tempat tidur, Pada hari ini Jumat (08/01) data terakhir 155 pasien covid 19 itu artinya ada 58.9 persen tempat tidur yang digunakan untuk pasien Covid 19, dan ini menjadi kosentrasi bagi kita semua termasuk teman-teman di rumah sakit lain yang ada di Sulut, sehingga perlu dilakukan antisipasi agar kita tidak kewalahan untuk mengatasi lonjakan Pasien Covid 19” jelas Dirut.

Baca Juga:  Kabid Dokkes Polda Sulut Gelar Pengobatan Massal Korban Banjir di Manado

Dari sisi strategi  Dirut menjelaskan Penanganan ini pasti ada pendekatan-pendekatan tertentu Dalam menghadapi lonjakan pasien yang diperkirakam akan memuncak pada bulan januari, Maka Rumah Sakit harus berupaya keras untuk melakukan pembenahan dan persiapan termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di dalamnya.

“Karena ini akan berdampak pada terganggunya pelayanan terhadap covid 19 apabila tidak ada persiapan bilamana kita menghadapi lonjakan pasien yang diperkirakan memunjak di januari ini maka selain teman-teman Rumah Sakit harus menyediakan jumlah tempat tidur yang lebih mungkin sekitar 30 persen dari total jumlah tempat tidur yang ada di Rumah Sakit, maka ada komponen komponen yang lain yang mengikuti yaitu SDM”,ujar Dirut.

Direktur juga menyampaikan untuk mekanisme panambahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Rumah Sakit harus dipikirkan Pimpinan-pimpinan Rumah sakit,terkait kompetensi keilmuan yang ada di masing masing SDM yang bekerja di area pelayanan covid 19, juga sarana prasarana dan penyediaan obat bahan abis pakai , perubahan adaptasi terhadap sistem pelayanan .

Baca Juga:  kurangi Penggunaan Sampah Pelastik, Walikota Bagikan Tumbler

” Komponen-komponen ini harus dipikirkan kita semua yang di percayakan mengoprasionalkan Rumah Sakit, sehingga persi merasa perlu untuk melaksanakan seminar ini agar supaya bisa membantu kita semua termasuk Pimpinan pimpinan Rumah Sakit di Sulawesi Utara”,ujarnya .

Dirinya juga berharap agar dengan adanya seminar ini memberikan pemahaman baru terhadap tata laksana covid 19.

“Saya berharap seminar ini bisa memberikan pemahaman baru kepada kita untuk perkembangan ilmuan dan regulasi terhadapp tata laksana covid 19 ,karena dalam konteks pelayanan ternyata kita masih berkutat dalam persoalan penolakan masyarakat terhadap keputusan klinis yang diberikan tenaga kesehatan, disaat kita menetapkan seseorang harus di rawat sesuai protokol covid 19, maka terjadi resistensi yang dilakukan oleh Pasien dan keluaraga, Sehingga menjadi beban tersendiri bagi Rumah Sakit maupun tenaga kesehatan,Untuk itu sangat penting bagi kita mengikuti materi mengenai komunikasi dan informasi tehadap Pelayanan Covid-19,” pungkasnya.

(Ben)

Tags: