Hebat! Pemerintah Pusat Pilih Sulut sebagai Pusat Pengembangan Pertanian Indonesia Timur

Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Republik Indonesia dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, menekankan pentingnya membangun ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Monoarfa saat memberikan sambutan penandatanganan nota kesepahaman kemitraan ‘Triple Helix’ untuk pengembangan pertanian/ketahanan pangan di Sulawesi Utara yang digelar secara virtual, Rabu 13 januari 2021.

Suharso Monoarfa mengatakan, masyarakat masih menghadapi pandemi Covid-19, salah satu dampak yang harus diwaspadai adalah menurunnya konsumsi pangan berkualitas sebagai akibat menurunnya daya beli masyarakat. Mengantisipasi hal tersebut, maka perlu dorongan yang kuat memperkuat sistem pangan nasional sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

“Pada sisi ketersediaan pangan, fokus pemerintah adalah bagaimana kita menjamin produksi pangan yang berkelanjutan, industrialisasi pangan lokal, serta penguatan korporasi petani dan distribusi pangan,” jelas Monoarfa.

Mencapai target tersebut, lanjut dia, pemerintah menciptakan skema Triple Helix yaitu strategi kerjasama keterlibatan tiga pihak yang meliputi pemerintah, perguruan tinggi dan badan usaha/swasta.

“Skema tersebut diarahkan untuk pengembangan peternakan sapi terintegrasi hulu hilir yang juga mencakup sinergi antar pihak dalam skema pendanaan,” tukas Monoarfa.

Baca Juga:  Kajari Tomohon Gelar syukuran Hari Bakti Adhyaksa ke 59.

Monoarfa menambahkan, urgensi protein hewani untuk meningkatkan SDM Indonesia.

“Pemenuhan protein hewani sangat penting memperkuat kualitas konsumsi pangan masyarakat, dalam jangka panjang berdampak kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.

Realisasi skema Triple Helix pada 2021, kata Monoarfa, akan melibatkan pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Universitas Sam Ratulangi, Central Quennsland University dan Trade and Investment Queensland.

“Provinsi Sulawesi Utara dipilih dengan tujuan untuk memperkuat sistem ketahanan pangan nasional di Indonesia Timur,” terang Menteri yang juga Ketua Umum PPP ini.

Monoarfa mengatakan, pemerintah berencana menggelontorkan dana Rp. 100 miliar. Pendanaan tersebut akan diarahkan untuk pengembangan balai perbibitan, hijauan pakan ternak, optimalisasi reproduksi ternak, peningkatan mutu dan keamanan produk hewan, pelayanan kesehatan hewan, serta fasilitasi sertifikasi, pembiayaan, investasi, dan pemasaran.

“Selain itu, pihak Trade and Investment Queensland berkomitmen untuk melakukan investasi sebesar Rp 2 Triliun untuk pengembangan industri daging sapi dalam kerangka kerjasama kemitraan ini,” pungkas Suharso Monoarfa.

(JerryPalohoon)