Bolmong Koleksi Banyak Wilayah Rawan Banjir dan Longsor

BOLMONG,Manadonews.co.id-.Cuaca buruk yang terjadi belakangan ini, mengakibatkan sejumlah nelayan di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) tidak bisa berlayar untuk mencari ikan. Hal ini tentu bedampak pada kurangnya pasokan ikan sehingga menyebabkan harganya naik.

Di pasar Lolak, Kabupaten Bolmong kenaikan harga terjadi pada semua jenis ikan laut. Selain harga yang naik pasokan ikan dari nelayan juga berkurang.

Dampak tersebut tak hanya dialami Pasar Lolak tapi juga dialami hampir semua tempat penjualan yang ada di pantai utara Bolmong.

Nina seorang pedagang di pasar lolak mengatakan, harga ikan naik sejak sepekan terakhir. Puncaknya dua hari terakhir ini.

Dikatakannya, ikan cakalang seekornya biasanya berkisar 30 ribu sekarang seekornya naik 50 ribu. Sementara ikan lainnya seperi Oci saat ini naik menjadi 20 ribu untuk empat ekor.

“Biasanya dua puluh ribu 7 ikan malalugis. Tapi kini tinggal 4 saja. Kenaikan ini terjadi akibat kurangnya pasokan ikan dari melayan,” katanya

Mursid seorang penjual ikan lainnya mengatakan, harga ikan naik karena stok kurang.

Baca Juga:  Legislatif Expo SulutGo 2019, Sekwan Bolmong Ikut Lomba Catur

“Banyak nelayan yang tidak melaut,” katanya.

Akunya, pembeli tetap ramai. Kendati harga ikan mahal.

“Paling ibu – ibu hanya menggerutu,” ujarnya.

Imran seorang nelayan di Lolak mengatakan, mereka dilarang melaut oleh syahbandar.
Ia mengaku sudah lima hari tak melaut. 

“Ombak begitu tinggi,” kata dia.

Kepala BPBD Bolmong Syahril Mokoagow mengimbau para nelayan untuk jangan dulu melaut.

“Sesuai peringatan BMKG, jangan dulu melaut,” kata dia.

Mengantisipasi bahaya banjir bandang dan longsor, BPBD Bolmong membuka call centre yang aktif selama 24 jam.

“Jika banjir, longsor atau bencana apapun, bisa hubungi  082232003400” kata dia.

Dikatakan Sahril, Bolmong mengoleksi banyak wilayah rawan banjir dan longsor.Warga diimbaunya untuk waspada.

“Untuk warga yang berada di bantaran sungai atau di tebing sebaiknya mengungsi dulu untuk menghindarkan hal hal buruk,” ujarnya.

Sebutnya, BPBD terus memantau kondisi secara real time. Koordinasi dilakukan dengan aparat desa serta kepolisian dan TNI.

“Aparat kita siaga di lapangan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, data BMKG, daerah – daerah yang tingkat potensi terjadi hujan lebat dan potensi terjadi bencana hidrometeorologi tinggi yaitu, Kabupaten Minahasa, Kota Tomohon, Minahasa utara, Kota Manado, Bolmong selatan,   Bolmong dan sekitarnya, Minahasa Tenggara, Kepulauan Sangihe dan Sitaro serta wilayah Kota  Kotamobagu.

Baca Juga:  Pameran Bolmong Expo 2018 Resmi Dibuka

Dijelaskan Sahril, untuk cuaca ekstrim di Sulut pada beberapa hari ini, Menurut pantauan BMKG, selain Lanina ada beberapa fenomena cuaca yang memberikan dampak yang cukup signifikan di wilayah sulut.

Dampak tersebut, diantaranya kata Sahril,  pertama adalah gelombang tropis aktif yang mengakibatkan pertumbuhan awan – awan hujan yang lebih signifikan, kemudian kelembapan udara yang relatif tinggi dan Suhu muka laut yang hangat sehingga mendukung supplay massa udara basah di sulut.

“Adanya pertemuan pertemuan angin dan perlambatan angin memicu hujan lebat dan potensi petir di wilayah – wilayah terbentuknya,” ungkapnya.

Untuk itu, Sahril kembali menghimbau, kepada stakeholder yang didalamnya ada TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan, pemerintah Desa/Kelurahan, untuk lebih  tanggap dan waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi.

Dan bagi  masyarakat yang rawan banjir dan tanah longsor, di bantaran sungai dan lereng bukit untuk lebih berhati-hati dan tanggap potensi bencana hidrometeorologi.
(*/stvn)