Ingin Tahu Tindak Lanjut Vaksinasi Covid-19? Ini Penjelasan Kepala Bappenas Suharso Monoarfa

  • Whatsapp

Jakarta – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) memperkirakan bahwa ‘herd immunity’ akan dicapai pada akhir tahun 2021.

Selanjutnya, pemerintah tetap meneruskan vaksinasi gratis dan dapat membuka peluang vaksinasi mandiri dengan skema vaksinasi mandiri diatur oleh pemerintah dengan catatan vaksin diadakan secara mandiri dengan mekanisme B2B, mekanisme dan harga diatur oleh pemerintah, dan vaksin harus mendapatkan ijin BPOM.

Bacaan Lainnya

“Pandemi Covid-19 mengancam kesehatan masyarakat dan aktivitas sosial ekonomi. Hingga awal tahun 2021, kasus Covid di Indonesia terus meningkat. Saat ini terdapat sebanyak 1.087.695 kasus dan 30.237 kematian dengan kapasitas pemeriksaan per hari sebanyak 43.380 tes dan positivity rate sebesar 30,6% dalam seminggu terakhir,” jelas Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna pada Rabu, 3 Februari 2021.

Baca Juga:  Transformasi Digital Berdampak Positif bagi Indonesia

Menteri Suharso menambahkan, Indonesia masih perlu meningkatkan jumlah dan memperluas cakupan vaksinasi, mengingat baru sebesar 0,01% masyarakat yang telah divaksin, lebih kecil jika dibandingkan Amerika Serikat yang telah melakukan vaksin ke 1,77% warganya dan Inggris 0,73%.

“Tujuan vaksinasi Covid-19 antara lain untuk menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok (herd immunity), melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh dan menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial ekonomi,” terangnya.

Kementerian Kesehatan telah merencanakan sasaran penerima vaksin Covid-19 berdasarkan rekomendasi ITAGI yaitu: petugas kesehatan sebanyak 1,5 juta orang, petugas publik sebanyak 17,4 juta orang yang vaksinasinya akan dilaksanakan pada gelombang ke-1 antara bulan Januari hingga April 2021.

Selanjutnya, untuk lansia (yang berusia 60 tahun keatas) sebesar 21,5% dapat divaksinasi setelah ada informasi keamanan vaksin untuk lansia; masyarakat rentan sebanyak 63,9 juta dan masyarakat lainnya sebanyak 77,2 juta orang yang akan divaksinasi pada gelombang kedua antara bulan April hingga Maret 2022.

“Catatan bahwa vaksinasi ditujukan ke seluruh penduduk dimulai pada kelompok prioritas menuju herd immunity, vaksinasi dilakukan secara bertahap mempertimbangkan ketersediaan dan efektivitas vaksin, selanjutnya, persiapan pelaksanaan vaksinasi telah dilakukan dan kapasitas delivery vaksinasi memadai dan kepatuhan pada protokol kesehatan dan perilaku hidup sehat tetap ditegakkan,” pungkas Monoarfa.

Baca Juga:  Presentasi Lewat Foto dan Video, E2L Yakinkan PDI Perjuangan

(JerryPalohoon)

Pos terkait