Pelayan Gereja bisa Tiru Cara Ezra Membangun Rumah Tuhan

Tombulu, Manadonews.co.id – Artahsasta adalah raja Persia, anak tiri ratu Ester. Raja sangat respek pada agama orang Yahudi saat itu dalam pembuangan.

Demikian awal khotbah Pdt. Welly Pudihang, S.Th, saat memimpin ibadah Minggu (7/2/2021) pagi di jemaat GMIM Alfa Omega Rumengkor.

Pembacaan Alkitab, Ezra 7: 1-28a, dengan judul “Ezra diberi kuasa oleh raja untuk mengatur kebaktian dalam rumah Allah”.

“Ezra dimasukkan dalam kabinet pemerintahan untuk mengurus orang-orang Yahudi. Kepercayaan raja kepada Ezra berdasarkan prestasi, kredibilitas dan integritas,” ujar Pendeta Welly Pudihang.

Raja Artahsasta memberikan kuasa dan kewenangan kepada Ezra untuk bertindak atas nama raja. Bahkan, Ezra juga menerima pemberian sukarela dari panglima berupa emas dan perak.

“Pemberian ini digunakan Ezra untuk membeli korban persembahan dan kebutuhan lainnya. Inilah bentuk sinergitas antara raja Artahsasta dan Ezra,” tukas Pendeta Pudihang.

Dalam kehidupan bernegara di Indonesia, umat Kristiani sangat kagum ketika Presiden Jokowi memilih Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri yang baru.

“Tentu pilihan Presiden bukan semata faktor kedekatan tetapi yang utama berdasarkan prestasi, integritas dan kredibilitas Sigit Prabowo sebagai jenderal polisi,” terang Pendeta Pudihang.

Baca Juga:  Walikota Kotamobagu Telah Membuka Kegiatan Sosialisasi Sistem Administrasi Dinas Perpustakaan

Pendeta Pudihang menjelaskan, Indonesia adalah negara berkembang yang rakyatnya masih sangat bergantung kepada pemerintah.

“Maka, gereja juga terus menjalin sinergitas dengan pemerintah,” kata Pendeta Pudihang.

Meskipun bersinergi dengan pemerintah namun Gereja tidak boleh kehilangan suara kenabian.

“Gereja wajib mengritik pemerintah jika melakukan kesalahan sekaligus memberikan solusi membangun,” ujar Pendeta Pudihang.

Pendeta Pudihang mengutarakan pergumulan jemaat GMIM Alfa Omega Rumengkor untuk penyelesaian pembangunan pastori.

Jika mengikuti cara Ezra yakni menghimpun persembahan sukarela dari jemaat maka pembangunan pastori pasti bisa terselesaikan.

“Pastori adalah dapur jemaat, tempat hamba Tuhan menulis bahan khotbah untuk memimpin ibadah di gereja, kolom dan ibadah lainnya,” pungkas Pendeta Welly Pudihang.

Ibadah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat, jemaat wajib cuci tangan, pakai masker dan uji suhu tubuh, serta duduk jaga jarak.

Turut hadir, Pdt. Veronica Sendow, S.Teol, Pdt. Hana Ireine Tamunu, S.Th, wakil ketua BPMJ Pnt. Yopy Warbung, sekretaris Pnt. Drs. Dolvy Palit, bendahara Sym. Dra. Meiske Pangemanan, Pelsus dan jemaat Kolom 1 hingga 14.

Baca Juga:  Kunjungi Kompi Kavaleri 10/MSC,Pangdam XIII/Merdeka Tanam Pohon Kenangan

(JerryPalohoon)