Ringkuangan Bertindak sebagai Irup Prosesi Pernikahan Purna Praja IPDN

MANADO, MANADONE2WS.CO.ID – Pelaksana Harian Wali Kota Tomohon sekaligus Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tomohon Jemmy Ringkuangan Ap, M.Si bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada prosesi pernikahan Purna Praja IPDN yaitu upacara Dharma Asthabrata, mengawali resepsi pernikahan Intan Pratiwi, SIP – Taufan Fernandes, SSTP, Minggu (21/2), bertempat di M-Icon Convention Center, Manado.

“Momentum ini, tentunya menjadi peristiwa dan sejarah yang tak terlupakan, baik oleh Intan dan Taufan maupun Kel. Besar bapak Muhammad Taiyeb (alm)  dan ibu Erny Djima (almh) dan kel besar bapak Sofian A, S.Sos dan ibu Erlawati Arpan, S.Pd, bersama saudara–bersaudara,” ujar Ringkuangan memberikan sambutan.

Resepsi pernikahan yang mengedepankan protokol kesehatan ketat di tengah pandemi Covid-19 ini, katanya, tentu sarat akan makna, utamanya adalah ungkapan syukur keluarga yang bersuka cita dan syukur kita semua kepada Tuhan Yang Maha Esa khususnya bagi Intan dan Taufan, serta kedua-belah pihak keluarga dan kita sekalian.

“Melalui pernikahan Intan dan Taufan, keluarga besar kedua pihak tentu telah dipersatukan dalam suatu persaudaraan yang membentuk keluarga baru, yang kedepannya saya harapkan menjadi jembatan emas untuk memperkuat jalinan persaudaraan antara kedua belah pihak keluarga. Kini, Intan dan Taufan, telah siap menjalani babak baru kehidupan mereka untuk mencapai keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Tentu keluarga bahagia harus dilandasi dengan iman, amal ibadah dan perbuatan baik. Sehingga kehidupan penuh berkat akan selalu dianugerahkan Allah SWT dan dinikmati oleh setiap keluarga yang soleh. Namun, haruslah diingat oleh Intan dan Taufan, bahwa dalam siklus kehidupan ini selalu ada dua sisi yakni susah dan senang, positif dan negatif, sukses dan gagal tetapi yakinlah bahwa Allah SWT akan selalu menolong dan memberkati kita semua, asalkan kita taat beribadah dan menjalankan perintah Allah. Saya mengingatkan pula kepada Intan dan Taufan, bahwa sebagai keluarga baru, kalian harus membangun komunikasi yang baik, memiliki dan memelihara sifat dan sikap saling mempercayai, karena jika unsur kepercayaan ini memudar ataupun hilang, maka semuajalinan kasih akan memudar juga seiring waktu dan tantangan hidup. Ada 4 pilar penyanggah untuk menjaga harmonisasi rumah tangga, yang pertama taat dan setia kepada Tuhan, yang kedua taat dan setia kepada pemerintah, ketiga taat dan setia kepada keluarga, dan keempat taat dan setia kepada pasangan. Sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat jadilah teladan yang baik bagi masyarakat dimanapun kalian ditempatkan,” urai Ringkuangan.

Baca Juga:  Hadang Virus Corona, Jalur Pendakian Gunung Soputan Ditutup Sementara

Yunita Rotikan