Nakes Puskesmas Manganitu Terima Vaksin Sinovac Tahap Dua

  • Whatsapp

TAHUNA, MANADONEWS.CO.ID – Empat belas hari sudah Vaksin yang disuntikan kepada sejumlah tenaga kesehatan yang bernaung pada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah Kecamatan Manganitu.

Pagi tadi sekira Pukul 11:00 Wita sejumlah perawat dan dokter Puskesmas Manganitu kembali menerima suntikan kedua Vaksin jenis Sinovac oleh Kepala Puskesmas Manganitu Nimbrot Mamile Amd Kep.

Salah satu Nakes (Tenaga Kesehatan-Red) Jeferson Valentino Palenteng ketika dimintai informasi seputaran giat Senin (22/02) pagi tadi adalah lanjutan vaksinasi tahap satu.

“Kegiatan tadi itu pelaksanaan Vaksinasi Tahap 2 kepada tenaga kesehatan di hari ke 14 dan sesuai jadwal ada 18 orang dan tentunya tetap berpatokan pada pelaksanaan vaksinasi pertama” urai Jeferson.

“Sesuai data ada 60 orang nakes yang rencana akan dilakukan vaksinasi bertahap di puskesmas manganitu, karena ada ketambahan beberapa nakes dari Dinas Kesehatan yang tercover pada data puskesmas manganitu” lanjut Palenteng.

Ditambahkannya, kegiatan vaksinasi akan terus berlanjut hingga kepada masyarakat luas.

“Setelah nakes tahap selanjutnya adalah TNI/Polri, Tenaga Pendidik, Anggota DPRD, Tokoh Agama dan pemberi layanan transportasi baik ojek, roda 4, bentor dan akan berlanjut pada masyarakat umum sampai pada Lansia namun tetap melihat faktor resiko juga” kunci Soni sapaan akrabnya.

Baca Juga:  Fenny Roring dan Martina Lengkong Hadiri Gelar Pangan Murah

Sementara itu, dokter yang bertugas pada puskesmas manganitu Felisia A Palenteng Pangemanan meminta kepada masyarakat untuk tidak takut terhadap vaksin yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat itu.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena vaksin ini telah teruji dan dijaman aman, buktinya hingga tahap dua tidak ada keluhan dari para nakes” ajak Pangemanan.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan pemberian vaksinasi tetap berpedoman pada protap yang ditentukan pemerintah pusat.

“Untuk masyarakat tidak perlu takut karena semua mengacu pada protokol kesehatan, dimana meja pertama untuk pendaftaran, meja kedua untuk skrining, meja tiga untuk pelaksanaan vaksinasi dan meja empat untuk observasi setelah di vaksin, imbuhnya.

“Jadi untuk masyarakat jika mempunyai penyakit penyertaan akan berlaku prosedur meja dua, sebelum divaksin dan apabila ada salah satu indikasi seperti darah lebih dari 180 maka pelaksanaan fraksi akan ditunda dan akan dilanjtkan jika memenuhi aturan yang ada” kuncinya.

Riko Takaonselang

Pos terkait