Respons Keluhan Masyarakat, DPRD Manado Turun Lapangan ke Lokasi Penyebab Banjir

  • Whatsapp

Manado – Mencari solusi atasi banjir, DPRD Kota Manado melalui Komisi 1 melaksanakan kegiatan turun lapangan (Turlap), Selasa (23/2/2021).

Turlap dipimpin sekretaris komisi Boby Daud didampingi Jeane Laluyan. Ikut serta pemerintah Kecamatan Paal Dua dan pemerintah Kelurahan Malendeng.

Bacaan Lainnya

Rombongan mendatangi Perumahan Malendeng Residence dan Green Hill, diterima pengembang dua perumahan tersebut.

“Sesuai dengan kesepakatan pada hearing Senin kemarin, hari ini kami turun lapangan dan meminta penjelasan dari para pengembang perumahan Green Hill dan Malendeng Residence yang menjadi penyebab banjir di perumahan Welong Abadi Malendeng,” jelas Boby Daud kepada wartawan di sela turun lapangan.

Dijelaskan Daud, kegiatan turun lapangan dilakukan agar anggota DPRD mendapatkan data sebagai bahan untuk rapat selanjutnya sekaligus mencarikan solusi.

“Kami mencari solusi terbaik jangka pendek, sehingga ketika hujan nanti, masyarakat di kawasan itu tidak was-was lagi, tetapi bisa tidur nyenyak,” katanya.

Baca Juga:  Anggota DPRD Manado yang Meninggal Kecelakaan Ketua Tim Pemenangan Paslon Pilkada 2020

Ditambahkan, dia akan menggunakan hak dan kewenangannya sebagai anggota DPRD untuk mendesak pemerintah menyelesaikan masalah tersebut.

“Kami ini wakil rakyat, berkewajiban untuk memperjuangkan aspirasi, jangan sampai terjadi sumbatan. Meskipun tetap mengingatkan pemerintah agar ramah investasi, namun kepentingan rakyat harus diperjuangkan,” tandasnya.

Diketahui, banjir pada 16, 22 dan 27 Januari 2021 lalu, mengakibatkan banjir di sejumlah titik di Kota Manado tak terkecuali di Kelurahan Malendeng, Kecamatan Paal Dua.

“Air naik tinggi di sini,” ujar Umar Buchari, warga Malendeng.

Camat Paal Dua, Glen Kowaas, yang ikut turut serta turlap mengatakan banjir yang terjadi di Perumahan Welong sudah empat kali.

“Semua kejadian banjir itu sudah kami laporkan ke pihak PUPR dan mengusulkan agar dilakukan pengerukan, untuk melancarkan air mengalir supaya tidak naik tinggi dan menyebabkan banjir di rumah warga, namun masih menunggu jawaban dari instansi tersebut,” jelas Kowaas.

(LipsusDPRDManado/JerryPalohoon)

Pos terkait