Bupati Pastikan Penyalahgunaan Kendis Bakal Berhadapan Dengan Hukum

MINUT, MANADONEWS.co.id- Bupati Minahasa Utara Joune Ganda benar-benar berang. Pasalnya, parade kendaraan dinas milik pemerintah kabupaten dalam rangka penyortiran aset bergerak diwarnai dengan banyaknya kendaraan roda empat dan dua yang sudah tidak sesuai peruntukkannya.

Alhasil, JG yang didampingi Wakil Bupati Kevin W Lotulung naik pitam saat satu persatu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dipanggil untuk memperlihatkan kondisi kendaraan dinas (kendis) masing-masing.

Apel yang digelar di lapangan kantor bupati Minahasa Utara Selasa (2/3/2021) kemarin itu menyita perhatian para Aparatut Sipil Negara (ASN) yang hadir dalam acara tersebut.

“Semua kita akan periksa satu persatu. Baik kondisi fisiknya, surat-surat kendaraan, mesinnya dan termasuk pajak kendaraan bermotor. Kita tidak main-main karena ini merupakan aset negara yang harus dikembalikan ke negara. Tidak untuk dipergunakan atau menjadi hak milik pribadi,”semprot JG.

Lanjutnya, data kendaraan dinas dan pemakai harus dilihat, termasuk pajak kendaraannya. “Semua kendaraan dinas harus dihadirkan. Kalau unit sudah rusak ditarik, kalau kendaraan sudah rusak maupun mesin hilang, pemakai harus bertanggung jawab. Tidak ada kendaraan dinas diganti pelat nomor hitam, apalagi dijual atau memindahtangankan. Jika hal tersebut terjadi, proses hukum,” kata Bupati secara tegas.

Baca Juga:  Menyamar Sebagai Pembeli, Macan Tomteng Bekuk Sindikat Curanmor

Bupati juga mewarning semua pajak kendaraan dinas harus dibayar, karena dari hasil sidak (inspeksi mendadak), ada beberapa  kendaraan dinas yang sudah lebih dari 1 (satu) tahun menunggak pajak.

“Dari hasil laporan Dinas terkait masih ada 8 SKPD yang belum menunjukkan kendaraan dinasnya. Dan direncanakan akan dilakukan esok (hari ini, red),”tandas Joune Ganda.(nando)