Lakalantas Manganitu: Andol Tidak Ditahan, Keluarga Korban Kecewa

  • Whatsapp
Kasat Lantas Polres Sangihe

TAHUNA, MANADONEWS.CO.ID – Peristiwa naas yang dialami JP (25) asal Kampung Mala Kecamatan Manganitu masih meninggalkan duka yang begitu mendalam bagi keluarga.

Berpulangnya JP (25) akibat kecelakaan lalu lintas itu, masih teringat jelas dalam ingatan keluarga ketika korban di bawa pertama kali ke UGD Puskesmas Manganitu untuk mendapatkan perawatan medis, di mana FKM (37) alias Andol juga ditempat yang sama, sempat mengeluarkan kalimat yang memicu amarah keluarga dengan mengatakan JP (25) bersama adiknya RP (21) ketika terbaring “Hanya berpura-pura sakit”.

Belum lama ini, FKM (37) Alias Andol sudah terlihat lalu lalang tanpa ada rasa bersalah sedikit pun. Kepada manadonews keluarga menyatakan kekecewaannya, mereka merasa diperbuat tidak adil.

“Anak kami tidak akan kembali lagi, disementara diduga pelaku berkeliaran bebas” ungkap David Pandensolang.

Parahnya lagi FKM alias Andol sejak JP dirawat hingga pada proses pemakaman tidak menunjukan itikad baik.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sangihe Iptu Duwi Galih Prasetiawan SIK ketika dikonfirmasi status dari FKM alias Andol menyebutkan belum dilakukan penahanan karena masih dalam tahap penyelidikan.

Baca Juga:  Penjualan Tiket Laga Sulut United vs Martapura FC Kembali Dibuka

“Jadi kasusnya saat ini masih berjalan kemarin Sabtu (03/04) kami sudah periksa yang menabrak sampe Jam 19:00 wita selanjutnya kami akan memeriksa saksi yang lain dan nanti untuk perkembangannya untuk penentuan penetapan dia tersangka atau bukan dilaksanakan setelah naik tingkat penyidikan, sekarang masih tahap penyelidikan” terang Prasetiawan.

Sambung, Duwi Galih pihaknya juga tidak bisa menahan karena setelah pemeriksaan beberapa saksi ditemukan fakta-fakta yang baru dan nanti untuk fakta baru sebut Kasat Lantas akan dijelaskan selesai gelar karena saat ini masih tahap penyelidikan.

“Pada intinya kasus masih berlanjut kami tidak berani berhentikan kalau masalah lakalantas kecuali ada kesekapakatan” sebut Prasetiawan.

Terkait FKM alias Andol sebelumnya mendatangi Polsek Manganitu Kasat menjelaskan itu bukan ditahan.

“Itu inisiatifnya sendiri dan untuk perkembangan kasusnya akan diberitahukan” pungkasnya.

Lakalantas dengan Nomor Laporan Polisi: LP/78/III/2021/Sulut/Res. Kepl Sangihe/Sek Manganitu Tanggal 16 Maret 2021 terjadi sekira Pukul 21:20 Wita bertempat di jalan umum Kampung Mala Kecamatan Manganitu Kabupaten Sangihe tepatnya di Simpang Empat depan Gereja GMIST Petra Manganitu, dimana lakalantas tabrakan depan dengan belakang antara kendaraan R2 vs R2. Pengendara R2 merk Suzuki FU 150 SCD dengan No Pol DB 6463 MD dikendarai oleh JP (25) asal Kampung Mala dengan boncengan (Adik pengendara) RP (21) asal Kampung yang sama. Pengendara Ranmor R2 merk Honda Blade dengan No Pol DL 2623 QA yang dikendarai oleh FKM (37) asal Taloarane I dengan boncengan RAT (28) asal Taloarane I.

Baca Juga:  Jokowi : Saya Optimis 2021 Adalah Tahun Pemulihan dan Rebound

Akibat lakalantas tersebut korban LR dua orang masing-masing FKM dan RAT. Untuk korban LB yakni JP dan RP.

Kronologi awal, pada Selasa (16/3) Ranmor R2 yang dikendarai oleh FKM yang berboncengan dengan RAT bergerak dari arah Kampung Taloarane menuju Pasar Manganitu yang terletak di Kampung Mala, sementara Ranmor R2 yang dikendarai oleh JP yang berboncengan dengan RP bergerak dari Kampung Mala menuju Kampung Taloarane.

Pada sekitar Pukul 21:20 Wita kedua kendaraan tersebut sudah berada di Simpang Empat depan Gereja Petra Manganitu.

Saat itu Ranmor R2 yang dikendarai JP akan mengubah arah dengan berbelok ke arah kanannya menuju Kampung Taloarane, sedangkan Ranmor R2 yang dikendarai FKM tetap bergerak lurus ke arah Pasar dan akhirnya terjadi tabrakan hingga pengendara dari dua ranmor serta penumpangnya terjatuh ke jalan aspal.

Riko Takaonselang

Pos terkait