Pendeta Welly Pudihang Ingatkan Vikaris Jangan Sok Ketua Sinode

  • Whatsapp

Tombulu, Manadonews.co.id – “Rumengkor  saya sebut Kanto Rumengkor yakni tanah yang subur dan diberkati. Tempat yang cocok untuk menanam benih benih Injil, pertumbuhannya nanti akan diceritakan anak cucu”.

Hal tersebut dikatakan Ketua BPMJ Pdt. Welly Pudihang, S.Th, ketika sambutan sebagai mentor pada penerimaan vikaris di ibadah Minggu (18/4/2021) pagi di GMIM Alfa Omega Rumengkor.

Bacaan Lainnya

Vikaris Pdt. Theofanny Maria Maramis, S.Th dan vikaris Pdt. Mona Rombot, S.Th, akan membantu pelayanan selama 6 bulan ke depan.

“Kontur tanah Rumengkor bergunung punya tantangan tersendiri. Tapi ini tanah yang subur dan diberkati. Selamat datang dan selamat melayani,” terang Pendeta Welly Pudihang.

Pendeta Welly menambahkan, setiap daerah punya kultur berbeda. Vikaris dituntut menganalisa untuk diteliti. Menjadi pendeta GMIM punya keunikan tersendiri.

Baca Juga:  Pelayan Gereja bisa Tiru Cara Ezra Membangun Rumah Tuhan

“Kalian berdua dalam proses pembelajaran selama enam bulan di GMIM Alfa Omega Rumengkor,” tukasnya.

Diingatkan juga vikaris harus menjaga sikap. GMIM adalah gereja yang sehat dan teroganisir dengan baik.

“Jangan sampai baru vikaris sudah merasa ketua jemaat, vikaris merasa ketua wilayah, vikaris sudah merasa ketua Sinode. Mati hidup kita untuk GMIM, gereja Tuhan,” pungkas Pendeta Welly.

Ibadah dipimpin Pdt. Gustaf Walangitan, M.Th, Ketua BPMJ Torsina Kembes yang juga Ketua BPMW Kembes.

Pembacaan Alkitab, 1 Petrus 1: 3-12, dengan judul “Pengharapan, iman dan kasih”.

“Type manusia yang mendengarkan firman menurut orang Yahudi, ada orang cepat mendengar tapi cepat melupakan. Ada yang lambat dengar tapi lambat lupa. Lambat dengar, lambat memahami pasti kecil yang diperoleh. Paling baik, cepat mendengar sekaligus tidak pernah melupakan,” jelas Pendeta Gustaf Walangitan.

Kisah kebangkitan Yesus Kristus penuh dinamika. Thomas yang tak lain murid Yesus mengatakan dia tidak akan percaya kalau belum melihat.

“Petrus juga ketika perempuan perempuan bilang Yesus sudah bangkit dia pergi ke kubur ingin membuktikan langsung,” terang Pendeta Gustaf.

Baca Juga:  Bupati Minahasa Canangkan Vaksinasi Covid-19

Jika ingin selamat maka harus mencari Tuhan. Tapi, banyak orang mencari Tuhan tidak ketemu karena mengandalkan kekuatan pribadi.

“Bersyukur bahwa kita sebagai jemaat GMIM yakin betul kita adalah orang orang yang dipilih Allah dan dimudahkan oleh roh supaya taat kepada Yesus Kristus,” tukasnya.

Melalui suara lantang Petrus mengucapkan terpujilah Tuhan Allah. Keyakinan orang percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat Dunia dengan jaminan Surga yang kekal.

“Buka hati maka pintu surga akan terbuka. Hidup dan mati kita persembahkan untuk gereja Tuhan,” kata Pendeta Gustaf.

Tidak ada manusia yang sempurna karena Tuhan tidak pernah memilih orang sempurna melaksanakan pelayanan.

“Tuhan tahu jika memilih orang sempurna dia tidak akan taat pada perintahNya,” pungkas Pendeta Gustaf.

Ibadah juga dirangkaikan pelantikan Panitia Pemilihan Pelayan Khusus (Pelsus) di semua aras periode 2022-2027.

Ibadah mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yakni wajib cuci tangan dan uji suhu tubuh sebelum masuk gedung gereja, pakai masker dan duduk jaga jarak.

Baca Juga:  Memilih Pemimpin Belajar dari Nabi Musa

Hadir Pdt. Veronica Sendow, S.Teol, Pdt. Hana Ireine Tamunu, S.Th, orientator Eunike Sumenge, S.Th, wakil ketua BPMJ Pnt. Yopy Warbung, sekretaris Pnt. Drs. Dolvy Palit, bendahara Sym. Dra. Meiske Pangemanan, Pelsus dan jemaat Kolom 1 hingga 14. (JerryPalohoon)

Pos terkait