Gerak Cepat, TNI AL Tahuna dan Melonguane Berhasil Evakuasi 4 Warga Terdampak Badai Siklon Tropis Surigae

  • Whatsapp

Manado, MANADONEWS.co.id- Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VIII melalui pangkalan yang berada di bawah jajarannya yakni Lanal Tahuna dan Lanal Melonguane berhasil melakukan evakuasi warga masyarakat nelayan yang terdampak badai Siklon Tropis Surigae, Selasa (20/4/2021)

Kadispen Lantamal VIII Mayor Laut (KH) Martdianus Samuel Pontoh, S.I.P. dalam releasenya yang diterima media ini menyebutkan bahwa pihak Lanal Tahuna saat menerima informasi tentang adanya satu orang penjaga rakit yang terombang ambing di sekitar Perairan Sangihe pada Koordinat  3°32’07.8″ N – 125°11’52.1″E segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan Search and Rescue (SAR).

Kadispen mengatakan, setelah itu atas hasil koordinasi dengan unsur SAR yakni Basarnas, Syahbandar, dan Polair ditentukan warga tersebut akan dievakuasi menggunakan kapal yang mampu berlayar pada gelombang tiga meter yaitu Kapal Perintis Kannon Moon.

Dijelaskannya, Selang beberapa saat kemudian warga yang bernama Indra Saibulan umur 20 tahun warga Desa Mohongsawang berhasil dievakuasi dengan selamat selanjutnya di lakukan pengecekan kesehatan di Balai Kesehatan Lanal Tahuna dan diserahkan kepada pihak keluarga dalam keadaan sehat.

Baca Juga:  Gubernur Olly Saksikan Latihan Gabungan TNI AU dan Royal Australian Air Force

Dia menuturkan, dengan menggunakan Searider Komandan Lanal Melonguane, Letkol Marinir Adi Sucipto, S.T., M.Tr.Hanla selaku Danlanal Melonguane memimpin langsung tim gabungan (Tim SFQR Lanal Melonguane dan BPBD Talaud) melaksanakan kegiatan SAR dan evakuasi ketiga nelayan di perairan Barat Pulau Karakelang tepatnya di peraitan Beo Kabupaten Kepulauan Talaud. 

Adapun ketiga orang nelayan tersebut dievakuasi di sekitar Perairan Beo pada dua titik yang berbeda. Christianto Towoliu, 28 tahun warga Kelurahan Beo Barat dievakuasi pada koordinat 4°14’311″ N – 126°35’556″ E.

Sementara itu dua warga lainnya yakni Nofery Humena, 33 tahun dan Alfian Alelo 38 tahun warga Kelurahan Beo Timur dievakuasi pada koordinat

Data yang dihimpun ketiga orang nelayan tersebut dievakuasi di sekitar Perairan Beo pada dua titik yang berbeda. Christianto Towoliu, 28 tahun warga Kelurahan Beo Barat dievakuasi pada koordinat 4°14’311″ N – 126°35’556″ E. Sementara itu dua warga lainnya yakni Nofery Humena, 33 tahun dan Alfian Alelo 38 tahun warga Kelurahan Beo Timur dievakuasi pada koordinat 4°11’053″ N – 126°38’477″ E.

Baca Juga:  Watung Lantik Struktur Baru OPD Bolmong

Dilaporkan bahwa Kondisi ketiga warga tersebut saat dievakuasi menuju Posal Beo dalam keadaan sadar, badan lemas dan kekurangan makanan. Selanjutnya diserahkan kepada BPBD Kabupaten Talaud dan diterima keluarga masing-masing.

Atas keberhasil gerak cepat lewat operasi SAR dari personil Tahuna dan Melonguane itu, Komandan Lantamal VIII Brigadir Jenderal TNI (Mar) I Wayan Ariwijaya, S.E., CFrA, menyatakan apresiasi serta  menghimbau kepada seluruh masyarakat pengguna laut baik nelayan maupun penumpang antar pulau untuk selalu mewaspadai kondisi cuaca akibat pengaruh Siklon Tropis Surigae.

Secara terpisah Danlanal Melonguane  
Melonguane, Letkol Marinir Adi Sucipto, S.T., M.Tr.Hanla mengimbau masyarakat kepulauan untuk mewaspadai cuaca ekstrim yang merupakan dampak Siklon Tropis Surigae di Utara Pasifik.

“Yang pasti, baik di darat atau pun di laut, mari kita selalu waspada dan terus memonitor kondisi cuaca yang sedang berlaku maupun yang prediktif. Hal tersebut sangat penting untuk keamanan dan keselamatan kita bersama, terutama bagi para pengguna laut, baik itu nelayan, penyedia jasa transportasi laut serta pihak lainnya yang terkait”tandas sambil mengajak untuk sama-sama berdoa agar kita semua diberikan perlindungan dan keselamatan oleh Yang Maha Kuasa.

Baca Juga:  Peringati Hari Pramuka, Kwartir Manganitu Gelar Baksos.

Sementara itu, atas keberhasilan gerak cepat lewat operasi SAR dari personil Tahuna dan Melonguane itu, Komandan Lantamal VIII Brigadir Jenderal TNI (Mar) I Wayan Ariwijaya, S.E., CFrA, menyatakan apresiasi yang tinggi serta  menghimbau kepada seluruh masyarakat pengguna laut baik nelayan maupun penumpang antar pulau untuk selalu mewaspadai kondisi cuaca akibat pengaruh Siklon Tropis Surigae.

“Saya menghimbau agar warga Sulut khusus yang tinggal di wilayah laut dan pengguna transportasi laut untuk tetap waspada serta mengindahkan anjuran pemerintah berkaitan dengan prakiraan dan peringatan kondisi perkembangan cuaca”tegasnya sambil memintah agar jajaran Lantamal VIII  baik personil maupun peralatan selalu siap siaga mengantispasi perkembangan cuaca ekstrim.(Dispen/Nando)

Pos terkait