Skenario Pilihan Tahun Indonesia Net Zero Emission

  • Whatsapp

Jakarta, Manadonews.co.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, mengatakan untuk menyelamatkan Indonesia emas pada tahun 2045 dari ‘Middle Income Trap’ sekaligus ancaman dampak perubahan iklim, maka Indonesia perlu mendorong kebijakan ‘Net Zero Emissions’ Indonesia, pada berbagai skenario yang memungkinkan untuk dilaksanakan.

Hal ini disampaikan saat memberikan pidato kunci dalam webinar Indonesia Net Zero Summit 2021 yang mengusung tema “Selamatkan Indonesia Emas 2045 dari Ancaman Darurat Iklim”, pada Selasa, 20 April 2021.

Bacaan Lainnya

Menteri Suharso menjelaskan, beberapa negara seperti Swedia, UK, Perancis, Denmark, Hongaria, New Zealand, bahkan Tiongkok telah menetapkan target mencapai Net Zero Emission pada kisaran tahun 2050 hingga 2060.

Sedangkan untuk Indonesia, Bappenas telah melakukan exercise dan terdapat beberapa skenario untuk mencapai Net Zero Emission Indonesia berdasarkan pilihan tahun tercapainya Net Zero Emission, yaitu tahun 2045, 2050, 2060, atau 2070.

Baca Juga:  Kejari Kepulauan Talaud Gelar Ibadah Pra Natal bersama Anak Panti Asuhan dr. Lucas

“Tentunya pilihan tahun ini memiliki implikasi pada pola pembangunan dan pilihan kebijakan yang harus kita terapkan mulai sekarang,” kata Menteri.

Lebih lanjut, hasil simulasi Bappenas menunjukkan bahwa Indonesia dapat mencapai puncak atau peak emisi GRK pada sektor energi pada tahun 2027 jika skenario yang dipilih adalah Net Zero Emission tahun 2045 atau 2050, dan puncak emisi GRK pada tahun 2033 hingga 2034 jika kebijakan yang dipilih adalah Net Zero Emission tahun 2060 atau 2070.

Sementara di sektor lahan, dengan kebijakan reforestasi dan restorasi lahan termasuk mangrove, Indonesia dapat mencapai net carbon sink pada tahun 2038 hingga 2039 untuk skenario Net Zero Emission 2045 dan 2050, dan tahun 2041 hingga 2042 untuk skenario Net Zero Emission tahun 2060 dan 2070.

Menteri mengatakan, dalam exercise yang Bappenas lakukan, sektor energi dan sektor lahan menyumbang lebih dari 90% total emisi Indonesia selama tahun proyeksi, dan sisanya berasal dari sektor limbah.

“Maka, kebijakan Pembangunan Rendah Karbon menuju Net Zero Emission pada sektor lahan dan energi menjadi sangat strategis dalam jangka menengah dan panjang,” tutup Menteri. (JerryPalohoon)

Baca Juga:  Agustien Kambey Resmi Gantikan Andrei Angouw, Ini Pesan Wagub Steven Kandouw

Pos terkait