Bukan Tanpa Alasan Jems Tuuk Sebut Olly Dondokambey Layak Menteri Investasi, Begini

Manado – Presiden RI, Ir. Joko Widodo, telah memutuskan pembentukan Kementerian Investasi.

Salah-satu tujuan pembentukan Kementerian Investasi untuk memulihkan ekonomi nasional

Menarik, sejumlah nama mencuat menduduki kursi kementerian ini, salah-satunya Olly Dondokambey, yang tak lain adalah Gubernur Sulawesi Utara.

Anggota DPRD Sulut, Ir. Julius Jems Tuuk, menilai Olly Dondokambey adalah sosok yang tepat dan layak diperhitungkan.

“Tidak salah jika Presiden Jokowi mempercayakan Pak Olly Dondokambey sebagai Menteri Investasi,” jelas Jems Tuuk kepada wartawan Manadonews.co.id di Manado, Sabtu (24/4/2021).

Bukan tanpa alasan, menurut legislator Sulut terbaik periode 2014-2019 ini, menjabat Gubernur selama 5 tahun lebih Olly Dondokambey berhasil menciptakan iklim investasi yang baik di Provinsi Sulawesi Utara.

“Artinya Pak Olly telah membuktikan prestasinya di Sulut, berhasil mengimplementasikan visi misi Presiden Jokowi yakni menciptakan iklim investasi yang sehat,” tukas Jems Tuuk.

Bahkan di masa pandemi Covid-19 sekalipun, lanjut Tuuk, Gubernur Olly Dondokambey berhasil mendatangkan investor.

“Investor berbondong-bondong masuk Sulut di berbagai bidang seperti perhotelan, industri dan kesehatan, bahkan di masa pandemi beliau meresmikan sejumlah rumah sakit bertaraf nasional dan internasional,” pungkas Jems Tuuk.

Baca Juga:  Pilkada Manado Versi Kader: Satu di Antara Dua Nama Ini Paling Layak

Sebelumnya, Presiden Jokowi melalui Juru bicara (Jubir) Fadjroel Rachman, mengatakan tujuan dibentuknya Kementerian Investasi sebagai salah satu upaya memulihkan ekonomi nasional.

Fadjroel menuturkan Presiden Jokowi menargetkan adanya kenaikan pertumbuhan perekonomian sebesar 5% pada tahun ini. Hal itu kata Fadjroel disampaikan Jokowi dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Istana beberapa waktu lalu.

“Beliau mengatakan target tahun ini kurang lebih 5% pertumbuhan ekonomi, walaupun ada beberapa lembaga yang mengatakan bahwa apabila problem kesehatan bisa tertangani dengan baik, maka kita juga akan bisa tumbuh sampai 7%,” tuturnya.

“Jadi kementerian investasi terkait dengan upaya pemulihan ekonomi nasional,” sambungnya.

Lebih lanjut Fadjroel mengatakan Presiden Jokowi juga sudah memprioritaskan tiga hal saat pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia. Ketiganya yakni, kesehatan, bantuan sosial dan pemulihan ekonomi.

“Ketika pandemi terkena ke Indonesia, maka Presiden sudah melakukan prioritas terhadap tiga hal. Pertama kesehatan, kedua terkait bantuan sosial, ketiga terkait pemulihan ekonomi nasional,” imbuh Fadjroel. (JerryPalohoon)