Cerita Febry Dien, Sang Inisiator Mapalus Pendidikan Forkompimdikda Sulut

Manado, MANADONEWS –
Selama ini bidang pendidikan dikerjakan masing-masing stakehoulder. “Itu tidak salah,” kata Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Utara (Sulut) Febry Dien, di sela-sela kegiatan Mapalus Pendidikan, Jumat (30/4) di Hotel Four Point Manado.

Tetapi, saat menjalankan tupoksi masing-masing, ternyata didapati banyak overlab. Ada yang sudah dilakukan LPMP, dilakukan kembali oleh dinas. Banyak hal yang belum dilaksanakan LPMP belum juga dilaksanakan dinas.

“Kenapa kita tidak bersama-sama berbagi tugas. Nah, gotong royong,” ketusnya.

Bagi dia, mapalus bukan sekedar gotong royong. Melainkan esensinya. Bahwa di dalam mapalus, saling kerja sama dengan menyentuh hati.

“Mapalus itu tidak memikirkan kebutuhan bagi yang dikerjasamakan. Tetapi sebagai sebuah budaya, yang hari ini kita mengerjakan ladang si A, besok si B, lusa si C dan seterusnya. Kita tidak melihat besar kecilnya ladang. Jadi tidak sekedar gotong royong karena kita tidak memikirkan keuntungan orang lain,” sebut dia.

Esensinya di sini, kata dia, yang dipikirkan ialah kerja sama, menyelesaikan tugas yang berbeda-beda setiap kelompok.

Baca Juga:  Bupati Minahasa Targetkan Raih WTP Tanpa Catatan

“Didasari konsep kerja persawahan. Kan ukuran sawa beda-beda. Sama dengan pendidikan provinsi yang lebih besar, ada Kota Tomohon yang kecil dan Kabupaten Minahasa yang luas,” tuturnya.

Sedikit pengalaman, Ketua Persatuan Drum Band Kota Tomohon ini mencerikan pengalamannya saat masih menjadi seorang operator di LPMP.

“Saya waktu jadi operator, kalau ditugaskan di Minahasa, Minsel dan Bolmong itu kerja berat. Gurunya banyak di situ. Sementara yang sedikit seperti Tomohon, tetap memiliki masalah yang kompleks lainnya. Karenannya saya beranggapan bahwa, bagaimana kalau kita para pemangku kebijakan pendidikan bisa sama. Untuk satu-per-satu kita mengurai masalah pendidikan yang ada di daerah,” kata dia.

Sehingga, Mapalus Pendidikan yang sudah dilaksnakan babak ke-1 tahun 2020, ditingkatkan menjadi yang kedua. “Ini bukan episode yang bisa berkali-kali. Kita sistem babak. Cuma dua babak. Karena babak selanjutnya sudah kerja, bukan lagi retorika,” tegasnya.

Seperti yang diketahui, tujuan Mapalus Pendidikan babak kedua ini membentuk Forum Komunikasi Pimpinan Pendidikan Daerah (Forkompimdikda).

“Ini merupakan hasil perubahan nyata yang saya lakukan tidak sekedar konsep. Mudah-mudahan ini menjadi cikal bakal kerja sama – kerja sama kemitraan yang ada di daerah lain,” tandasnya.

Baca Juga:  Bupati Lantik 675 Anggota BPD

Diketahui, Mapalus Pendidikan kembali bergulir di tahun 2021. Kegiatan yang LPMP Sulut berlangsung 30 April sampai 1 Mei.

Pada babak pertama tahun 2020, gerakan Mapalus Pendidikan yang ditandai dengan penandatanganan piagam Inisiatif Mapalus. Pencanangan ini bertujuan, semua pemangku kepentingan pendidikan untuk dapat saling membantu dan bekerja sama dalam dunia pendidikan apa lagi ditengah pandemi COVID-19. 

Sebagai kegiatan lanjutan, Mapalus Pendidikan kali ini membentuk Forkompimdikda. Hal ini dalam rangka jejaring kemitraan dalam penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan di Sulut.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Olly Dondokambey yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut Grace Punuh, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, Chatarina Muliana Girsang (virtual), Direktur Jenderal Paud, Dikdas dan Dikmen Bapak Jumeri yang diwakili oleh Dr. Katman, M.A., Rektor Unima Prof Dr Deitje Adolfien Katuuk MPd, Rektor Rektor IAIN Delmus Puneri Salim S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D, Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Pendidikan Anneke Areros, perwakilan Unsrat, perwakilan IAKN serta para kepala dinas pendidikan di 15 kabupaten/kota se-Sulut.

Baca Juga:  Warga Bilalang II Ini Telah Menciptakan Mesin Pemecah Kemiri

(Youngky)