Larangan Ibadah Rekreasi dan Open House, Gubernur Terbitkan Surat Edaran

  • Whatsapp

Manado, MANADONEWS –
Hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah/2021 tinggal menghitung hari. Bersamaan dengan kaum muslimin, umat kristiani juga akan memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus.

Diketahui, tahun 2021 merupakan menjadi yang kedua perayaan lebaran di masa pandemi. Di tengah-tengah itu pula pemerintah terus berupaya ekstra menekan penyebaran Covid-19.

Berawal dari pemerintah pusat, diterbitkan Surat Edaran (SE) Satuan Tugas COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya ldulfitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Menyusul kemudian SE Kementerian Agama (Kemenag) Nomor 04 Tahun 2021 tentang Perubahan Surat Edaran Nomor 03 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021.

Di Sulawesi Utara (Sulut), pertemuan antara pemerintah provinsi (pemprov), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forkopimda menghasilkan 4 poin.

Pertama, khusus di Kota Manado, Shalat Id hanya dilaksanakan di masjid-masjid tiap kelurahan, sedangkan di kabupaten kota lain tergantung situasi serta kondisi setempat. Kedua, tak ada Pawai Takbiran, tapi dilakukan di masjid-masjid dan titik-titik yang telah ditentukan.

Baca Juga:  Pimpin Ikatan Bantik Indonesia, Ini Tekad Chris Rumansi

Ketiga, open house hari lebaran warga dianjurkan tak melaksanakan, dengan mengacu ketentuan pemerintah pusat yang melarang pejabat dan aparatur pemerintah untuk tidak melaksanakan.

Keempat, terkait Peringatan Kenaikan Isa Almasih tidak diperbolehkan melaksanakan ibadah Padang di tempat umum. Dan tempat wisata akan diberikan surat edaran untuk tidak beroperasi.

Terbaru, Gubernur Olly Dondokambey mengeluarkan Surat Edaran dengan Nomor : 440/21.2415/Sekr-Ro.Hukum. Isinya tentang pembatasan kegiatan buka puasa bulan ramadhan, pelarangan ibadah rekreasi di tempat umum pada peringatanbkenaikan Yesus Kristus, serta open house/halal bi halal Hari Raya Idul Fitri.

Surat tersebut tertuju kepada bupati/wali kota se-Sulawesi Utara. “Mencermati terjadinya peningkatan kasus penularan COVID-19 khususnya pada perayaan Idul Fitri 1441 H/Tahun 2020 yang lalu serta pasca libur Natal dan Tahun Baru 2021, perlu dilakukan antisipasi pelaksanaan kegiatan selama bulan Ramdhan 1442 H/Tahun 2021 dan Peringatan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus,” bunyi surat edaran.

Berikut isi surat edaran gubernur Sulut:

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka diminta kepada saudara
Bupati/wali kota mengambil langkah-langkah sebagai berkut:

Baca Juga:  Di Hadapan Paripurna DPRD Kota Tomohon, Senduk Presentasikan LKPJ Tahun 2020

1. Terkait Kegiatan Buka Puasa Bersama pada Bulan Ramadhan:
a. Melakukan pembatasan kegiatan buka puasa bersama yang melebihi dari jumlah keluarga inti ditambah 5 (lima) orang selama Bulan Ramadhan 1442 H/Tahun 2021;
b. Khusus di Kota Manado, Shalat Id hanya dilaksanakan di masjid-masjid tiap Kelurahan, sedangkan di Kabupaten/Kota yang lain mengikuti situasi dan kondisi masing-masing;
c. Tidak ada Pawai Takbiran secara massal, tapi dilakukan di masjid.


2. Terkait Kegiatan Peringatan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus dilarang melaksanakan Ibadah Rekreasi atau sejenisnya di tempat umum;

3. Menginstruksikan kepada seluruh Pejabat/ASN di daerah masing-masing dilarang melakukan open house/halal bihalal dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021;


4. Menginstruksikan kepada pelaku usaha untuk tidak mengoperasikan tempat wisata selama perayaan Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 dan Peringatan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus.


Demikian untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Diketahui Gubernur Olly Dondokambey sangat menginginkan masyarakat memaknai hari raya dengan dengan tetap mematuhi ketentuan protokol kesehatan.
“Saya bersyukur dan berterima kasih pada para tokoh agama yang telah merumuskan putusan bersama hingga warga Sulut tetap dapat beribadah saat hari raya, namun kita bersama-sama meminimalisir penyebaran covid 19,” ungkap Gubernur pada beberapa kesempatan.

Baca Juga:  Genjot Sektor Perikanan, Gubernur Olly Temui Menteri KKP

Pertimbangan kasus Covid relatif terkendali, namun tetap harus waspada dengan menerapkan protokol kesehatan, Gubernur Olly pun tak mengekang warga untuk menjalani prosesi ibadah nanti.

“Patuhi putusan pada rapat bersama, dan harus mematuhi protokol kesehatan saat menjalankan ibadah,” tandasnya.

(YOUNGKY)

Pos terkait