Wagub Kandouw dan Kepala BKKBN RI Resmikan Rumah Dataku Kampung KB di Bolmut

  • Whatsapp

Bolmut, MANADONEWS –
Peresmian rumah dataku kampung KB “Mogogusato” Desa Gihang Kecamatan Kaidipang dan “Naidopatai” Desa Saleo Kecamatan Bolangitang Timur, Bolaang Mongondouw Utara (Bolmut) berlangsung, Selasa (25/5).

Persemian diawali Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo dengan melakukan penandatangan piagam. Pembukaan papan selubung rumah data ku oleh Wakil Gubernur Steven Kandouw, dilanjutkan pengguntingan Sekretaris TP-PKK Provinsi Sulut dr Devi Kartika Kandouw-Tanos, tanda telah diresmikan.

Pada kesempatan itu, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo menyampaikan program khusus dari tahun 2021 berjalan ini.
Salah satunya screnning wanita sebelum menikah.

Dia memaparkan, setiap tahun sekitar 2 juta orang Indonesia menikah. Jadi, harus discrenning. “Tiga bulan sebelumnya wanita harus discrenning dan saat ini daerah Kabupaten Bolmut sudah melakukan program ini,” ungkap Hasto.

Apresiasi pun diberikan kepada Kabupaten Bolmut. “Jadi, saya apresiasi kepada pemerintah kabupaten Bolmut. Selanjutnya program kedua semua ibu hamil dan ibu menyusui akan mendapatkan pendampingan dari keluarga,” tuturnya.

Pendamping keluarga, lanjutnya, dibentuk sebagai kader dari BKKBN. Disertai sosialisasi secara terus menerus tentang pemasangan KB pada saat habis melahirkan. Hal ini untuk mencegah stunting. Mengingat, pencegahaan stunting jaraknnya harus lebuh tiga tahun dan kehamilannya harus sehat.

Baca Juga:  Yasti Hadiri Kegiatan Isra Mi'raj di Kecamatan Bolaang

“Masa interval. Jadi setelah melahirkan ada 5 juta setiap tahun yang lahirkan di indonesia ini, tapi yang ber-KB hanya 30 persen. Makanya kita langsung sosialisasi melakukan pemasangan KB pada saat habis melahirkan, seperti saat ini kita kerjakan. Itulah program unggulan kami dalam upaya mencegah stunting,” bebernya Hasto Wardoyo,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Steven Kandouw mengajak semua masyarakat dan pemerintah daerah serta stakaholder terkait untuk bergotong royong dalam penanganan penurunan stunting di daerah Sulut.

“Keinginan Pak Gubernur Olly terkait percepatan penanganan stunting harus benar-benar melibatkan seluruh stakeholder yang ada agar ditangani secara kerja gotong royong. Tidak mungkin BKKBN pusat bekerja sendiri, tidak mungkin pemprov bekerja sendiri, tidak mungkin kab/kota juga bekerja sendiri,” kata Kandouw.

“Ini hubungannya dengan masa depan bangsa apalagi di tengah-tengah pandemi covid 19 saat ini. Untuk itu saya ingatkan kembali terkait komunikasi dan koordinasi itu sangat penting dalam membangun sinergitas antara pemerintah kab/kota dengan pemerintah provinsi,” sambungnya.

Baca Juga:  Wagub Kandouw Irup Peringatan HUT Korpri ke-48

Dia menambahkan, peran dari pemerintah provinsi untuk penurunan stunting di daerah tentunya sesuai harapan pak Gubernur Olly wajib hukumnya untuk mensupport penanganan stunting di daerah dalam upaya mewujudkan program ODSK.

“Karena pak Gubernur Olly perwakilan pemerintah pusat di daerah. Jadi, wajib hukumnya untuk mendukung program dari pemerintah pusat dalam hal ini penanganan penurun stunting di daerah bumi nyiur melambai Sulawesi Utara (Sulut),” tegasnya.
Diketahui, selain peresmian rumah data ku, kunjungan kerja Kepala BKKBN RI dan Wakil Gubernur Sulut melakukan peninjauan Puskesmas Boroko. Selanjutnya melakukan pertemuan dengan jajaran Pemkab Bolmut dalam rangka akselerasi penanganan stunting sekaligus melaunching pelayanan KB MKJP IMPLANT 1 Batang menggunakan dan BOKB.

(Youngky)

Pos terkait